Ayah

owner 10:11 PM 2
Father - Ayah

Suatu ketika, ada seorang anak perempuan bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk, disertai suara batuk-batuk. Anak perempuan itu bertanya: “Ayah, mengapa wajahmu kian berkerut-merut dengan badan yang kian hari kian terbungkuk?” Ayahnya menjawab : “Sebab aku laki-laki.” Anak perempuan itu bergumam : “Aku tidak mengerti.” Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak perempuan itu, terus menepuk-nepuk bahunya sambil mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang laki-laki.”
Karena penasaran, anak perempuan itu kemudian menghampiri Ibunya seraya bertanya: “Ibu, mengapa wajah ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk ? Dan sepertinya ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?” Ibunya menjawab : “Anakku, seorang laki-laki yang bertanggung-jawab terhadap keluarga memang akan demikian.” Hanya itu jawaban sang Ibu.
Anak perempuan itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa. Tetapi dia tetap saja penasaran, mengapa wajah ayahnya yang tadinya tampan dan gagah menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi terbungkuk-bungkuk ? Hingga pada suatu malam, anak perempuan itu bermimpi. Di dalam impian itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa kepenasarannya selama ini.
“Saat Ku-ciptakan laki-laki, Aku membuatnya sebagai pemimpin dan tiang penyangga dari bangunan keluarga, yang akan menahan setiap ujungnya agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi. Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting tulang menghidupi keluarganya. Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetes keringat yang halal dan bersih sehingga keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya. Demi keluarganya, dia merelakan kulitnya tersengat panas matahari dan badannya basah kuyup kedinginan tersiram hujan. Yang selalu dia ingat adalah semua orang menanti kedatangannya dan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya.”
“Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan kerapkali menerpanya. Ku-berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya didalam kondisi apapun juga, walaupun tidak jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya. Ku-berikan kerutan di wajahnya agar menjadi bukti, bahwa dia senantiasa berusaha tenaga dan pikiran untuk mencari cara sehingga keluarganya bisa hidup dalam keluarga yang sakinah. Ku-jadikan badannya terbungkuk-bungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, dia senantiasa berusaha mencurahkan seluruh tenaganya demi kelangsungan hidup keluarga. Ku-berikan kepada laki-laki tanggung-jawab penuh sebagai pemimpin agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung-jawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat.”
Terbangun anak perempuan itu, dan segera dia berlari, bersuci, berwudhu dan melakukan shalat malam hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdzikir. Ketika ayahnya berdiri, anak perempuan itu merengkuh dan mencium telapak tangan ayahnya.
“Aku mendengar dan merasakan bebanmu, ayah.”
+++
Saudaraku, do’akanlah dia dan berbaktilah kepadanya selagi masih hidup karena Allah memerintahkan kita demikian dan dia memang menjadi jalan kelangsungan hidup kita hingga sekarang. Manfaatkan momen Ramadhan dan Idul Fitri nanti untuk menyatakan cintamu kepadanya.
+++
(Diambil dari milis Daarut Tauhid)
Erva Kurniawan

Yang Terlupakan ( Ibu )

owner 10:07 PM 0
Yang Terlupakan ( Ibu )

Ibu,
Tahun yang lalu, ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut.
Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi.
Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian, saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya.
Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya, seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata yang keluar tanpa saya sadari.
Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut. Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya. Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya.
Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.
Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya … dan yang membuatnya terkejut, memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri. Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu… With Love to All Mother.
Note : Berbahagialah yang masih memiliki Ibu. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya………
---
Oleh Sahabat Nining
ervakurniawan

Indahnya Ibadah Haji

owner 10:02 PM 0
Indahnya Ibadah Haji

KH. Abdullah Gymnastiar/Aa Gym
Empat puluh empat hari berada di tanah suci bukanlah hal yang remeh. Banyak orang yang takut meninggalkan urusannya, karena takut urusannya itu menjadi berantakan. Padahal kita mati juga tidak akan merubah dunia ini. Betapa pentingnya kita hijrah karena sebetulnya masalah di kantor kita, di rumah tangga kita bukan masalah dari luar tapi pada diri kita sendiri. Sebab kalau kita jadi pemimpin sedang kita riya’, dengki, pada saat kita memimpin kitalah yang menimbulkan masalah di kantor kita.
Kita butuh jeda, kita butuh berhenti. Kita butuh melihat siapa diri kita. Itulah yang disunnahkan Rasulullah dalam itikafnya. Kalau kita sudah membersihkan diri, mengetahui siapa diri kita, mulai punya program perbaikan maka kita kembali kerumah, kita kembali ke tempat kerja dengan kita yang lebih baik. Insya Allah perkataan kita akan lebih arif didalam memimpin rapat, hasilnya ide akan muncul, gagasan makin cemerlang, suasana makin produktif, maslahat. Kalau kita sebagai ayah pulang haji dan kita berhasil memperbaiki diri makin bijaksana, maka anak-anak menemukan figur dirumah, makin kondusif untuk perbaikan. Jadi betapa pentingnya haji, selain untuk ibadah juga sebagai sarana perbaikan diri. Bagi saudara-saudara yang sibuk bekerja tanpa punya waktu untuk menilai dirinya, itu sama saja artinya dengan punya pisau dipakai sembelih terus menerus dan akhirnya tumpul.
Kalau punya waktu cari yang panjang tapi dengan program yang jelas. Tiap hari belajar karena kemabruran itu tergantung ilmu. Banyak orang yang pergi umroh/haji tapi tidak dengan ilmu. Susah! Nantinya ikut-ikutan. Apa yang orang lakukan dia ikutan. Contoh, mencium hajar aswad. Itu hukumnya sunnah dan dikaitkan dengan thawaf. Ada orang mencium hajar aswad mati-matian, sikut sana-sikut sini, padahal menyakiti sesama muslim itu hukumnya dosa. Untuk apa mengejar yang sunnah sampai dengan yang haram. Mungkin berhasil mengecup hajar aswad dan sampai dirumah diceritakan pula usahanya itu, udah cuma sunnah dapat yang haram diceritakan, ditambah-tambahi… ya riya’ ya dosa. Apa yang didapat? Tentu perintah Allah mencium hajar aswad bukan seperti itu.
Nah saudara-saudaraku sekalian…
Misalkan sholat arbain dan kesepakatan para ulama yang mengenal hadistnya itu lemah, tapi tidak terlarang untuk sholat 40x dan tidak berarti kalau kehilangan 1x dianggap bencana. Dan tidak berarti juga yang setiap hari ke mesjid boleh menghina yang lain. Penting sekali ilmu. Oleh karena itu kalau nanti haji apa sih niatnya haji? Macem-macem.
Ada haji malu, malu-maluin maksudnya karena temannya sudah berangkat semua, dia belum. Ada haji status, yang ingin mencantumkan gelar H (haji) didepan namanya. Itu niat gelar, asal tahu saja Nabi Muhammad tidak disebut Rasulullah Haji Muhammad atau H. Umar bin Khattab,dll. Tidak dilarang tapi tidak dicontohkan. Boleh dicantumkan asal kelakuannya lebih baik dari gelarnya. Ada juga haji untuk maksiat, yang ingin dianggap sholeh. Dia cari status haji untuk menginginkan sesuatu dari hajinya. Dan yang paling buruk haji untuk menyembunyikan kemaksiatan.
Lalu apa niat haji kita? menyempurnakan kewajiban kita, rukun Islam ke-5. Kita ingin mati dengan sempurna kewajiban kita. Perkara pahala, perkara ampunan, perkara sorga itu urusan Allah.
Saudara-saudara sekalian
Mulai sekarang niat, nabung untuk pergi haji. Bagi yang memakai ONH plus jaga jangan sampai jadi ujub. Kalau sudah niat, daftar, syukuran itu belum tentu berangkat. Jangan memastikan. Berangkat atau tidak itu urusan Allah dan jangan takut gagal. Pas mau berangkat jatuh sakit, nggak apa-apa. Niat sudah sampai, manasik sudah sampai, bayar sudah lunas, syukuran sudah, pergi belum siapa tahu Allah akan menyiapkan ilmu yang lebih banyak, menebalkan iman atau mungkin ada urusan dirumah yang lebih penting kita berada dirumah. Jangan malu nggak jadi berangkat. Masak kecewa atas perbuatan Allah.
Hati-hatilah kalau haji jangan merasa kita paling bisa/paling sholeh. Dan saya anjurkan saudara jangan lupa membawa qur’an. Tidak ada yang paling enak untuk antri kecuali baca qur’an. Apalagi kalau punya target khatam, misalkan satu hari satu juz, itu antri sepanjang apapun enak. Kasian yang tidak punya kegiatan sibuk menggerutu saja. Kalau antri sebaiknya bikin target, misalkan istighfar 100x nggak pernah rugi antri itu kecuali yang tidak bisa menjaga diri. Jarang kita mempunyai waktu seperti itu.
Dan biasakan mengalah. Tidak akan ketinggalan dengan mengalah, semua saudara kita. Memperbanyak musuh itu capek, memperbanyak saudara itu yang nikmat. Dakwah itu benar-benar dengan kelembutan/kesantunan. Bahkan bila ada orang yang berbuat jelek, balas kejelekan itu dengan berbuat baik. Maksimalnya adalah kalau ingin membalas, balas dengan perbuatan yang sama. Kalau ingin lebih baik balas dengan kebaikan sebab membalas dengan otot atau kekerasan jarang dapat meluluhkan hati. Senyuman yang tulus yang bisa meluluhkan hati.
Haji yang mabrur itu adalah haji yang paling lemah lembut. Di Mekah, thawaf, sai kalau tidak hati-hati, kurang ilmu jadi takut ketinggalan tidak khusyu itu. Jadi hikmah yang paling penting dari haji ini diantaranya ialah bagaimana kita merasa bersaudara dengan yang lain. Ini ternyata luar biasa bisa menahan diri dari kedengkian/kemarahan. Sekarang belajar meminimalisir musuh. Mulai sekarang kita harus mulai merasa bersaudara, sepanjang seiman. Jadi hal yang terpenting bagi orang yang sudah berhaji adalah lebih merasa banyak saudaranya daripada banyak musuhnya.
Apalagi selama haji itu jelas undangan Allah, jelas sama-sama umat Islam. Bagaimana mungkin kita membenci hanya karena perkara yang remeh. Yang pasti jaminan kita datangnya dari Allah. Allah Maha Tahu apa kebutuhan kita dibanding kita sendiri. Setiap kita melakukan apapun harus jelas manfaatnya. Kalau kita punya posisi strategis untuk perubahan diskusikan itu dengan baik. Tapi kalau kita diskusi panjang lebar tidak merubah apapun kecuali makin pening, dongkol, mubazir!
Saudara-saudaraku sekalian…
Bonus dari kajian kali ini adalah menikmati bersaudara satu sama lain. Minimalisir perasaan kebencian, mudah-mudahan akan terpancar sifat rahmatan lil’alamin pada diri kita.
***
Maha Benar Allah, yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana.
Semoga bermanfaat :angel:

Islam dan Iman. Apa Bedanya???

owner 9:58 PM 0
Islam dan Iman. Apa Bedanya???

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Islam dalam pengertiannya secara umum adalah menghamba (beribadah) kepada Allah dengan cara menjalankan ibadah-ibadah yang disyari’atkan-Nya sebagaimana yang dibawa oleh para utusan-Nya sejak para rasul itu diutus hingga hari kiamat.
Ini mencakup apa yang dibawa oleh Nuh ‘Alaihis sallam berupa hidayah dan kebenaran, juga yang dibawa oleh Musa ‘Alaihis sallam, yang dibawa oleh Isa ‘Alaihis sallam dan juga mencakup apa yang dibawa oleh Ibrahim ‘Alaihis sallam, Imamul hunafa’ (pimpinan orang-orang yang lurus), sebagaimana diterangkan oleh Allah dalam berbagai ayat-Nya yang menunjukkan bahwa syari’at-syari’at terdahulu seluruhnya adalah Islam kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Sedangkan Islam dalam pengertiannya secara khusus setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ajaran yang dibawa oleh beliau. Karena ajaran beliau menasakh (menghapus) seluruh ajaran yang sebelumnya, maka orang yang mengikutinya menjadi seorang muslim dan orang yang menyelisihinya bukan muslim karena ia tidak menyerahkan diri kepada Allah, akan tetapi kepada hawa nafsunya.
Orang-orang Yahudi adalah orang-orang muslim pada zamannya Nabi Musa ‘Alaihis salllam, demikian juga orang-orang Nashrani adalah orang-orang muslim pada zamannya Nabi Isa ‘Alaihis sallam. Namun ketika telah diutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia mengkufurinya, maka mereka bukan jadi orang muslim lagi.
Oleh karena itu tidak dibenarkan  seseorang berkeyakinan bahwa agama yang dipeluk oleh orang-orang  Yahudi dan Nashrani sekarang ini sebagai agama yang benar dan diterima di sisi Allah sebagaimana Dienul Islam.
Bahkan orang yang berkeyakinan seperti  itu berarti telah kafir dan keluar dari dienul Islam, sebab Allah Ta’ala berfirman.
“Artinya : Sesungguhnya Dien yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam”. (Ali-Imran : 19).
“Artinya : Barangsiapa mencari suatu dien selain Islam, maka tidak akan diterima (dien itu) daripadanya”. (Ali-Imran : 85).
Islam yang dimaksudkan adalah Islam yang dianugrahkan oleh Allah kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan umatnya. Allah berfirman
“Artinya : Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepada nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai islam itu jadi agamamu”. (Al-Maidah : 3).
Ini adalah nash yang amat jelas yang menunjukkan bahwa selain umat ini, setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihis sallam, bukan pemeluk Islam. Oleh karena itu, agama yang mereka anut tidak akan diterima oleh Allah dan tidak akan memberi manfaat pada hari kiamat. Kita tidak boleh menilainya sebagai agama yang lurus. Salah besar orang yang menilai Yahudi dan Nashrani sebagai saudara, atau bahwa agama mereka pada hari ini sama pula seperti yang dianut oleh para pendahulu mereka.
Jika kita katakan bahwa Islam berarti menghamba diri kepada Allah Ta’ala dengan menjalankan syari’at-Nya, maka dalam artian ini termasuk pula pasrah atau tunduk kepada-Nya secara zhahir maupun batin. Maka ia mencakup seluruh aspek ; aqidah, amalan maupun perkataan. Namun jika kata Islam itu disandingkan dengan Iman, maka Islam berarti amal-amal perbuatan yang zhahir berupa ucapan-ucapan lisan maupun perbuatan anggota badan. Sedangkan Iman adalah amalan batiniah yang berupa aqidah dan amal-amalan hati. Perbedaan istilah ini bisa kita lihat dalam firman Allah Ta’ala.
“Artinya : Orang-orang Arab Badui itu berkata :’Kami telah beriman’. Katakanlah (kepada mereka) : ‘Kamu belum beriman, tetapi katakanlah, ‘kami telah tunduk, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu”. (Al-Hujurat : 14).
Mengenai kisah Nabi Luth, Allah Ta’ala berfirman.
“Artinya : Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu. Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri”. (Adz-Dzariyat : 35-36).
Di sini terlihat perbedaan antara mukmin dan muslim. Rumah yang berada di negeri itu zhahirnya adalah rumah yang Islami, namun ternyata di dalamnya terdapat istri Luth yang menghianatinya dengan kekufurannya. Adapun siapa saja yang keluar dari negeri itu dan selamat, maka mereka itulah kaum beriman yang hakiki, karena keimanan telah benar-benar masuk kedalam hati mereka.
Perbedaan istilah ini juga bisa kita lihat lebih jelas lagi dalam hadits Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Jibril pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihis sallam mengenai Islam dan Iman. Maka beliau menjawab :”Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan berhaji ke Baitullah”. Mengenai Iman beliau menjawab :”Engkau beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Utusan-utusan-Nya, hari AKhir, serta beriman dengan qadar yang baik dan yang buruk”.
Walhasil, pengertian Islam secara mutlak adalah mencakup seluruh aspek agama termasuk Iman. Namun jika istilah Islam itu disandingkan dengan Iman, maka Islam ditafsirkan dengan amalan-amalan yang zhahir yang berupa perkataan lisan dan perbuatan anggota badan. Sedangkan Iman ditafsirkan dengan amalan-amalan batiniah berupa i’tiqad-i’tiqad dan amalan hati.
ervakurniawan.wordpress.com

Sebuah Rasa

owner 9:54 PM 0

Suara hati diantara 2 orang manusia yang saling mengerti itu kini sudah meninggalkan tempatnya.Yang tersisa disana hanyalah puing-puing kenangan yang akan tetap meninggalkan bekasnya didasar sebuah hati sang jiwa.
Semakin sang jiwa berlari akankah ia jauh dari sang pecinta?? tidak…justru ia akan semakin mendekati bayangan sang pecinta.Lalu sang jiwapun terdiam dan membiarkan rasa yang selalu mengguncangkan dunia itu tetap disana…ditempat yang semestinya,sang jiwapun termenung, berfikir dan mencari-cari jawaban atas semua pertanyaannya…apakah ada bedanya?! hanya sang jiwalah yang benar-benar bisa merasakannya.
Tuhan yang maha membolak-balikan hati, mengapa rasa itu masih ada? tidak bisakah ia tergantikan dengan yang lain? mengapa sang jiwa mencintai seseorang yang seharusnya hanya bisa ia sayangi? dan mengapa pula ia hanya memiliki rasa sayang pada seseorang yang sebenarnya bisa ia cintai? lalu apa itu cinta dan apa itu sayang, wahai yang maha tahu?
Sang jiwa terus termenung dan ditengah-tengah keterdiamannya ia masih mempertanyakan mengapa kebahagiaan hatinya di suatu kumpulan waktu menjadi deritanya saat ini.. terikat dan terbelenggu karenanya. Benarkah tubuh hanya suatu kumpulan Zat kimia, jaringan dan impuls saraf, pikiran tak lebih dari gelombang listrik dalam otak, hasratpun tak lebih dari asam yang menusuk otak kecil, benarkah? Jika begitu tubuhpun tak lebih dari sekedar mesin tanpa jiwa.
Wahai Tuhan yang maha tinggi , apakah ini berarti sang jiwa telah melalaikan-Mu meski dalam hatinya masih ada sebuah keinginan yang tak pernah berkurang karena kekeringan dan tidak bertambah karena basah! tidak…tidak Tuhan…dia tidak ingin lalai pada-Mu meski ingatanya tetap terpatri pada sang pecinta.
Sang jiwa masih teringat akan perkataan Rosul-Mu “KECINTAANMU KEPADA SESUATU BISA MEMBUAT BUTA DAN TULI”. Karenanya sang jiwa masih mencari-cari dimanakah kunci semuanya, dia tidak ingin buta dan tuli, dia hanya ingin sebuah kebahagiaan dan kedamaian.
Waktupun terus berlalu, terlihat di semua tempat dan membagi tahun menjadi bulan, bulan kedalam hari, hari kedalam jam, jam kedalam detik, pertambahan waktupun berbaris rapi setelah yang satu menghilang dan tergantikan dengan yang lain. Detikpun mulai bergulir dan tibalah waktunya sang jiwa memahami apa yang telah dipertanyakannya, lewat semua Hidayah-Nya ia pun menemukan sebuah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang membuat dirinya resah
“DAN SEGALA SESUATU KAMI JADIKAN BERJODOH-JODOHAN AGAR SEKALIAN KAMU BERFIKIR”(QS. 51:49)
Sang jiwa pun mulai merasakan suatu aliran yang mengalir mendesak-desak dalam nadinya, resah itu mulai meninggalkan hati sang jiwa sedikit demi sedikit setelah ia belajar bahwa semuanya bukan milikinya,semuanya sudah diluar kendali seorang anak manusia…Yah sang jiwa tidak mempunyai kuasa apa-apa terhadap takdir dimuka bumi
“DAN DIA TELAH MENCIPTAKAN SEGALA SESUATU DAN DIA MENETAPKAN UKURAN-UKURANNYA DENGAN SERAPI-RAPINYA”(QS.25:3)
Sang jiwa masih bisa memberikan senyumnya untuk orang-orang yang memiliki rasa dalam hatinya mungkin masih ada sisa sebuah rasa yang pernah mengguncangkan jiwanya, tapi telah sedikit tertolong .Dia tetap bahagia bahwa rasa itu pernah menetap dalam jiwanya
“DAN BISA JADI KAMU MEMBENCI SESUATU PADAHAL ITU BAIK UNTUKMU DAN BISA JADI KAMU MENYUKAI SESUATU SEMENTARA ITU BURUK BAGIMU, DAN ALLAH LEBIH MENGETAHUI PADA SAAT KAMU TIDAK MENGETAHUI (QS. 2:126).
Pada akhirnya sang jiwapun harus pasrah terhadap semua Takdir-Nya dan belajar untuk menerima bahwa hanya Tuhan yang tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.Dan semuanya pasti ada Hikmah dan kebaikan yang terdapat didalamnya……..
***
Dari Sahabat Lina Karlina
Erva Kurniawan

Cinta Ini Milikmu Mama

owner 9:51 PM 0
Cinta Ini Milikmu Mama

“Farah, bangun. udah azan subuh. Sarapanmu udah mama siapin di meja.”
Tradisi ini sudah berlangsung 26 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat. Kini usiaku sudah kepala 3 tapi kebiasaan mama tak pernah berubah.
“Mama sayang. ga usah repot-repot ma, aku dan adik-adikku udah dewasa.” pintaku pada mama pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika mama mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya.
Ingin kubalas jasa mama selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan. Kenapa mama mudah sekali sedih? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami mama karena dari sebuah artikel yang kubaca .. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak . tapi entahlah.. Niatku ingin membahagiakan malah membuat mama sedih. Seperti biasa, mama tidak akan pernah mengatakan apa-apa.
Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya “Ma, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan mama. Apa yang bikin mama sedih?”
Kutatap sudut-sudut mata mama, ada genangan air mata di sana. Terbata-bata mama berkata, “Tiba-tiba mama merasa kalian tidak lagi membutuhkan mama. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Mama tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, mama tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri”
Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.
Diam-diam aku bermuhasabah. Apa yang telah kupersembahkan untuk mama dalam usiaku sekarang? Adakah mama bahagia dan bangga pada putera putrinya? Ketika itu kutanya pada mama. Mama menjawab “Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada mama. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat mama. Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat mama. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua.”
Lagi-lagi aku hanya bisa berucap “Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada mama. Masih banyak alasan ketika mama menginginkan sesuatu.”
Betapa sabarnya mamaku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan mamaku untuk “cuti” dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak! Mamaku seorang yang idealis, menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari mama bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh mama ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi. Ah, maafin kami mama . 18 jam sehari sebagai “pekerja” seakan tak pernah membuat mama lelah.. Sanggupkah aku ya Allah?
  • * *
“Farah. bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya udah mama siapin di meja.. “
Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul mama sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan
“Terimakasih mama, aku beruntung sekali memiliki mama yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan mama. “. Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan.
Cintaku ini milikmu, Mama. Aku masih sangat membutuhkanmu. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..
Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat “aku sayang padamu. “, namun Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah. Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita . ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta. Percayalah. kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia. Wallaahu a’lam
“Ya Allah, cintai mamaku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mama .. dan jika saatnya nanti mama Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Titip mamaku ya Rahman”
Untuk semua Ibu yang mencintai anak-anaknya dan semua anak yang mencintai Ibunya

Kiriman Sahabat Sakka
Erva Kurniawan

Lelah

owner 9:47 PM 0
Lelah

Kalau ada orang-orang yang masih terus menerus berdusta, aku tidak mengerti, terbuat dari apakah lidah mereka sehingga teramat hebat merangkai kata-kata indah menutupi kebenaran, menyembunyikan hakikat mengedepankan kepalsuan. Padahal sekali saja berdusta, sudah sedemikian lelahnya kita berpikir untuk mencari segudang alasan baru untuk dusta berikutnya, sudah sebegitu kelunya lidah ini terpaksa menari mengikuti irama gendang kepalsuan yang tak hentinya bertabuh.
Jika masih ada sebagian orang yang saling mencaci, menghina, menggunjing, berprasangka buruk dan menjelek-jelekkan saudaranya, aku tidak tahu, sekuat apa penciuman dan mulutnya karena pada saat itu ia seperti tengaha memakan bangkai saudaranya sendiri.
Seandainya masih beredar orang-orang yang tak hentinya berlaku sombong, angkuh dan takabbur, aku tak habis pikir, sebesar apa dirinya sehingga sangat lancang menantang kebesaran Tuhannya, dan sekuat apa tubuhnya kelak menanggung akibat dari kesombongannya. Padahal semestinya ia tahu, kesombongan adalah mutlak miliki Allah semata.
Sekiranya tetap hidup manusia-manusia yang enggan menyisihkan sebagian harta yang dimilikinya, sementara bertebaran di seluruh penjuru bumi Allah ini anak-anak yatim piatu, fakir miskin dan orang-orang lemah, aku semakin heran, apakah ia selalu berpikir bahwa semua itu diperolehnya murni dari hasil jerih payahnya? Tak pernahkah ia tahu bahwa semua yang ada padanya itu adalah atas kehendak Allah Sang Pemberi Rizki? Yang seandainya Dia berkehendak, dengan sangat mudah pula Dia mengambil darinya?
Mungkin saja masih ada segelintir makhluk Allah bernama manusia yang tak bosannya berzina, sungguh aku semakin bingung dibuatnya. Padahal seratus kali ayunan cambuk atau lemparan batu hingga mati bisa jadi satu-satunya alasan Allah untuk memberikan ampunan atas perbuatannya. Dan jika itu tidak dilakukannya, sudah pasti kilatan cambuk Allah di akhirat nanti bukan sekedar mematikan, tetapi menghancurkan tubuh kecil tak berarti ini. Lalu kenapa masih ada yang berani meski sekedar mendekatinya?
Umpamanya masih hidup orang-orang yang gemar berbuat maksiat, bangga dengan dosa-dosanya, sungguh aku tidak akan pernah memahami, setebal apa kulit mereka menahan api neraka Allah, sekuat tubuh orang-orang itu menerima adzab Allah yang tak pernah berhenti.
Namun, jika saja ada sebagian kecil dari orang-orang diatas yang berhenti melakukan semua yang dilarang Rabb-nya, ini yang sangat mudah aku pahami, tidak terlalu sulit untuk dimengerti, karena akupun pernah mengalaminya. Aku sangat tahu betul, lelah rasanya terus menerus berbuat dosa. Lelah menahan hentakan demi hentakkan yang bergemuruh di dalam dada ini setiap kali aku melakukan perbuatan maksiat. Dan lelah untuk terus memikirkan ancaman dan hukuman macam apa yang diberikan Allah kelak di hari pembalasan. Astaghfirullaah ?
---
Eramuslim – Bayu Gautama
ervakurniawan

Rasulullah SAW. Adalah Suami Teladan

owner 9:44 PM 0
Rasulullah SAW. Adalah Suami Teladan

Assalamualaikum wr.wb.
Wahai saudara-saudariku sesama muslim, tidaklah dipungkiri kalau Rasulullah adalah sosok pribadi yang sangat mengagumkan dalam berbagai bidang ataupun berbagai urusan dunia wal akhirat., sehingga patutlah bagi kita untuk menjadikan Beliau sebagai sebaik-baiknya suri tauladan yang harus diikuti, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Ahzab ayat 21 yang berbunyi : Sesungguhnya dalam diri Rasulullah itu telah terdapat suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Dalam urusan rumah tanggapun Beliau adalah seorang suami yang menampilkan figur/sosok yang sempurna dimata para istrinya. Beliau adalah suami yang selalu mengayomi para istrinya, bersikap adil, bijaksana, lemah lembut, penyabar, tidak pernah marah menghadapi kecemburuan istrinya dan masih banyak lagi akhlak terpuji dari Sang Kekasih ALLAH tercinta ini.
Sebagai contoh kisah, pada suatu hari Hafsah menyatakan keberatannya jika Rasulullah SAW, mencampuri hamba sahayanya yang bernama Mariyah Qibtiyah yang semula adalah budak yang dihadiahkan oleh Raja Mesir kepada Rasulullah SAW. Karena sikap Hafsah itu Rasulullah berjanji untuk tidak datang lagi ke rumah Mariyah Qibtiyah agar Hafsah tidak lagi membencinya dan menjadi senang.
Janji yang diucapkan Rasulullah dimaksudkan untuk mengayomi istri-istrinya yang dahulu agar tidak timbul ketegangan dengan mereka. Akan tetapi sikap Rasulullah SAW. mendapat teguran dari Allah dengan turunnya ayat 1 QS. At-Tahriim (66). Selanjutnya, beliau tetap memperlakukan Mariyah sebagaimana istri istri beliau yang lain. Ia mendapat tempat tinggal seperti layaknya istri Rasulullah yang lain dan melayani Mariyah dengan baik.
Dengan Mariyah ini Rasulullah SAW. dikaruniai seorang putra yang bernama Ibrahim. Hidup Ibramim tidaklah lama. Ia meninggal dalam usia bayi. Perlakuan Rasulullah kepada Mariyah, bekas budaknya, mendorong dan memberi contoh kepada kaum muslim untuk bersikap santun kepada budak, bahkan mendorongnya untuk membebaskan mereka sebagai tindakan menghargai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh agama islam.
Karena sikap yang ditunjukan oleh Rasulullah kepada Mariyah itulah kemudian istri-istri Rasulullah lainnya yang berasal dari kalangan terhormat akhirnya menghormati kedudukan Mariyah sebagai orang yang sangat dicintai oleh Rasulullah seperti istri istri yang lain.
Dalam hal melayani kebutuhan istri-istrinya, Rasulullah berlaku adil. Beliau memberikan tempat tinggal, nafkah, pakaian, waktu kunjungan, dan giliran secara merata. Walaupun di antara istri Rasulullah ada yang cantik, muda, tua, sedang, kesemuanya Beliau perlakukan sama. Setiap istri mendapat giliran berkumpul satu malam. Sekalipun beliau dalam keadaan sakit, beliau tetap mengunjungi istri-istrinya seperti ketika sehat dan tinggal ditempat istri yang mendapat giliran berkumpul pada malam harinya.
Apabila Rasulullah SAW. mengadakan suatu perjanalan, beliau melakukan undian.Siapa yang keluar, dialah yang berhak menemani beliau.
Diantara sikap Rasulullah SAW. yang menghargai pendapat istrinya ialah mengajak istrinya bermusyawarah. Bahkan mereka diperkenankan mengajukan kritikan. Beliau mengawini seorang wanita setelah mendapat perkenan dari yang lain.
Pada hari setelah dikukuhkan perjanjian Hudaibiyah, beliau memerintahkan orang orang Islam memotong rambut dan menyembelih kurban setelah diadakan perdamaian dengan pihak Quraisy, tetapi mereka tidak mengikuti perintah Nabi.
Tampaknya orang orang islam tidak puas dengan isi perjanjian yang telah disepakati oleh Rasulullah. Mereka menggerundel menahan emosi. Beliau mendatangi istrinya, Ummu Salamah, yang langsung melihat gelagat yang kurang enak pada diri Rasulullah. Akhirnya Ummu Salamah berkata : ” Wahai Rasulullah, apakah engkau menginginkan hal itu? Keluarlah, tapi jangan berbicara dengan siapapun diantara kaum muslim, sampai engkau menyembelih kurban dan mendoakan orang yang memangkas rambutmu.”
Beliau keluar dan melakukan seperti yang dianjurkan Ummu Salamah.Setelah orang-orang islam melihat apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. mereka menjadi heran. Akan tetapi, mereka segera melakukan seperti yang dilakukan Beliau.
`Saydina Umar pernah bercerita : Pada suatu hari aku pernah marah besar terhadap istriku karena ia mengajukan kritikan, sedang aku tidak menginginkan hal seperti itu. Ia berkata : ” Mengapa engkau menolak bila aku mengajukan kritikan kepadamu? istri-istri Rasul juga mengkritik dan diantara mereka ada yang menghindarinya dari siang sampai malam.” Maka aku segera pergi menemui Hafsah, seraya berkata : ” Apakah kamu mengkritik Rasulullah? ” ” Benar,” jawab Hafsah. ” Sungguh merugilah di antara kalian yang berbuat seperti itu,” kataku.
Jelaslah walaupun masalah kenegaraan dan umat begitu penting, tetapi Rasulullah benar-benar sangat memperhatikan dan menghargai pendapat-pendapat yang disumbangkan oleh istrinya kepada beliau.
Dalam memberikan pelayanan kebutuhan biologis istrinya, beliau ternyata melakukannya dengan sangat baik, menarik, dan menggairahkan. Dalam hal ini Rasulullah SAW. bersabda :
“Cucilah pakaianmu, pangkaslah rambutmu, bersiwaklah, berhiaslah, dan bersihkanlah dirimu, karena sesungguhnya Bani Israil tidak pernah berbuat seperti itu, sehingga wanita-wanita mereka suka berzina.” ( HR. Ibnu Asakir, dari ‘Ali)
Walaupun Rasulullah SAW. berhadapan dengan istrinya di tempat tidur, beliau tetap menjaga kebersihan, baik badan maupun tempat, sehingga mampu merangsang istri untuk menikmati kesendirian dengan suaminya. Beliau sangat mengecam suami yang jorok dan tidak rapi pada saat berduaan dengan istrinya sehingga istri merasa muak dan cepat bosan. Hal seperti ini tentu akan merusak kedamaian rumah tangga.
Rasulullah SAW. tidak pernah memukul istrinya dan mencela lelaki yang melakukannya kepada istrinya. Beliau bersabda : ” Tidakkah seseorang di antara kamu merasa malu memukul istrinya sebagaimana memukul seorang hamba sahaya? Ia memukulnya pada awal siang dan menggaulinya pada akhir siang.” ( HR.Asy-Syaikhany dan Tarmizi).
Tidak jarang para istri beliau dirasuki kecemburuan sebagaimana layaknya para wanita. Akan tetapi, ketika kecemburuan ini mulai menampakan ketidakwajaran, beliau pun segera meluruskan dengan pendidikan yang baik. ‘ Aisyah ra. berkata : ” Aku belum pernah melihat orang membuat makanan seperti yang dibuat oleh Shafiyyah. Ketika ia sedang berada di rumahku, ia membuat makanan untuk Rasulullah. Tiba tiba badanku bergetar sehingga menggigil karena dibakar cemburu. Mangkok Shafiyyah kupecahkan, tapi kemudian aku merasa menyesal. Segera kukatakan kepada Rasulullah SAW. ” Wahai Rasulullah , apakah kaffarah perbuatanku tadi.” Beliau menjawab : Mangkok sama dengan mangkok, makanan sama dengan makanan.” ( HR. Abu Dawud dan Nasa’i).
Ingatan Rasulullah SAW. tidak pernah lekang dari Khadijah yang sudah meninggal dunia.Tidak sampai di situ saja, beliau juga berbuat baik kepada setiap orang yang mempunyai hubungan dengan Khadijah sebagai perwujudan dari kenangan beliau kala masih bersama istri pertamanya. Beliau selalu menyebutkan kebaikan kebaikannya. Sampai-sampai ‘ Aisyah belum pernah mencemburui seorang wanita pun sebagaimana kecemburuannya terhadap Khadijah, meskipun ia sudah meninggal dunia.
Mendengar Rasulullah menyanjung almarhumah, maka dengan geramnya berkatalah Aisyah : ” Khadijah lagi…., Khadijah lagi……seperti di dunia ini sudah tidak ada lagi wanita selain Khadijah.” Menanggapi sikap ‘Aisyah itu Rasulullah pergi meninggalkan ‘Aisyah dan tidak seberapa lama beliau kembali lagi. Masih dalam kecemburuannya Aisyah berkata : ” Buat apa engkau mengingat perempuan tua renta dan ujung mulutnya sudah merah, padahal Allah sudah menggatikannya dengan yang lebik baik bagimu? “
” Demi Allah, Dia tidak pernah mengganti yang lebih baik dari Khadijah. Dia beriman kepadaku pada saat semua orang mendustakan aku. Dia ulurkan hartanya pada saat semua orang menahannya. Dia memberiku anak selagi yang lain tidak memberinya,” jawab Rasulullah.
Dalam peristiwa lain, ” Aisyah pernah bercerita bahwa pada suatu hari Rasulullah masuk ke rumahnya.” Aisyah segera bertanya : ” Dimana seharian tadi?” ” Wahai Humairah, aku tadi di rumah Ummah Salamah,” jawab Beliau. ” Apakah engkau belum kenyang dirumah Ummu Salamah? ” tanyaku lagi. Beliau hanya tersenyum saja.
Para istri beliau juga sering bercanda, dan beliaupun ikut bergabung dalam suasana kegembiraan mereka.
Jelaslah bagi kita semua dengan memiliki beberapa istri denga sifat dan tingkah laku yang berbeda ataupun beragam, Rasulullah ingin menunjukan dan mengajari serta memberi contoh pada umatnya bahwa kelak umatnya yang laki-laki akan memiliki dan menghadapi istri dengan pola tingkah laku yang beragam sehingga apabila seorang suami menghadapi sikap istri yang begini, haruslah suami tersebut mencontohi Nabi ketika menghadapi istrinya si A, atau si B, dll.
Bukannya hanya mencemoh atau mencela kekurangan, kelemahan istri, tetapi suami yang bijak yang bisa mencontohi sikap Nabi, akan menuntun seorang istri ke jalan yang diridhoi Allah SWT.
Sehingga tidaklah benar tuduhan dari orang kafir atau dunia barat tentang keadaan Nabi yang memiliki beberapa orang istri dengan asumsi yang jelek/negativ. Selain untuk mengangkat harkat dan martabat kaum wanita Arab saat itu dari kehinaan dan kerendahan karena terikat tradisi jahilliyah mereka, juga untuk memperbanyak umat islam, disamping tujuan lainnya. Kesemuanya ini karena islam sangat memuliakan perempuan.
Untuk itu, wahai para suami tuntunlah istrimu kejalan yang di ridhoi Allah. Sehingga kedamaian dapat menyelimuti ramah tanggamu. Bukankah seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya? :angel:
***
Sumber : diambil dari sebuah buku karya Drs. M. Thalib.
Wassalam
Siti Nurjannah
ervakurniawan.wordpress.com

Tertawa Memusnahkan Penyakit, Membuat Awet Muda

owner 9:40 PM 0
Tertawa Memusnahkan Penyakit, Membuat Awet Muda

Para ahli mendapatkan kenyataan bahwa pelbagai penyakit merupakan cetusan dari pengaruh berbagai keadaan mental (pikiran) negatif yang mendasarinya.
Penyakit mempengaruhi manusia secara fisik, mental, emosional, dan bila penyakit itu cukup kuat, akan mempengaruhi juga rohani kita.
Elen Schuman dalam bukunya, Cause in Miracles, lebih jauh mengatakan bahwa semua penyakit berasal dari rasa bersalah, kebencian, dan perasaan yang tidak bisa memberi ampunan.
Temperamen kita tampaknya sudah melekat semenjak lahir. Sebagian dari kita ada yang tampak selalu bergembira, sementara yang lain kelihatan murung. Namun, bagaimana tanggapan kita terhadap ujian hidup akan mempengaruhi watak kita secara keseluruhan dalam berreaksi dan beraksi dalam menjalani kehidupan itu sendiri.
Orang yang arif bijaksana mengatakan, “Anggap saja hidup ini sebagai panggung sandiwara, semua orang kan dapat peran sendiri-sendiri, daripada mengeluhkan duri-duri pada tangkai bunga mawar, lebih baik bersyukurlah untuk bunga mawar yang ada di antara duri-duri tersebut.”
Penyebab Penyakit
Menurut terapi Gestalt yang diuraikan dalam buku Louis Proto, seseorang yang tidak bisa lagi tersenyum untuk orang lain, apalagi tersenyum untuk dirinya sendiri, berarti orang tersebut sudah mencanangkan dirinya membentuk “pabrik penyakit” di tubuhnya sendiri. Banyak sebab yang menjadikan seseorang tidak bisa lagi mengembangkan senyum tulus untuk orang lain, juga untuk diri sendiri, di antaranya memendam emosi sebagai berikut.
Rasa bersalah merupakan kebencian yang diarahkan terhadap dirinya sendiri. Rasa bersalah merupakan perasaan yang paling sia-sia dan salah satu perasaan yang paling merusak yang dapat kita miliki.
Rasa iri hati membuat merasa kehidupan sendiri merupakan bentuk malapetaka yang harus dijalani. Orang demikian terpaksa menjalani hidupnya dengan mendorong kereta kehidupannya di jalan berduri yang diciptakan sendiri.
Rasa rendah diri terjadi ketika seseorang yang mengalaminya hidup seperti katak dalam tempurung, dia merasa aman di dalam tempurung dan merasa tertekan, merasa takut di luar tempurungnya. Itu membuatnya enggan keluar untuk melihat dunia luar yang memberinya banyak makna dalam hidupnya.
Kehilangan cinta dialami seseorang yang merasa kehilangan cinta pada diri sendiri atau kehilangan cinta dari orang lain untuk dirinya, dan memandang hidupnya dengan perasaan nelangsa (sedih, kecewa, dan murung).
Itulah beberapa faktor yang membuat seseorang tidak bisa lagi tersenyum pada diri sendiri maupun pada orang lain.
Hal itu menyebabkan sudut bibirnya membentuk menjadi turun ke bawah dan terlihat kusut masam dengan sorot mata yang sendu, terkadang ada juga yang bersorot mata bengis seolah memandang semua orang dengan sinis, dan merasa semua memusuhinya atau selalu mencelanya.
Pada literatur kesehatan TAO, manusia diajarkan untuk serajin mungkin tersenyum pada diri sendiri termasuk kepada semua organ dalam tubuh kita. Dalam tersenyum, organ dan anggota tubuh kita diajarkan juga untuk berterima kasih atas kerja sama semua anggota tubuh juga termasuk organ-organ kita ketika mereka semua membantu kita dalam menjalani kehidupan ini.
Bayangkan jika satu organ mogok menjalankan tugasnya, pasti masalah bagi manusia itu sendiri, dan kemogokan itu banyak disebabkan oleh aliran energi yang tak terlihat, yaitu energi emosi (perasaan) yang menjalar bagai racun yang mematikan.
Kita hidup untuk merasakan dan mengungkapkan diri kita sendiri, itulah sebabnya kita mempunyai tubuh. Jembatan di antara perasaan-perasaan yang tak terungkap bisa keluar berupa penyakit-penyakit mulai dari flu biasa sampai ke kanker ganas!!
Penyakit sebagai Pelajaran
Dr Edward Bach, penemu energi bunga untuk pengobatan, mengemukakan dalam salah satu bukunya bahwa penyakit merupakan pengaruh dari berbagai keadaan mental negatif yang mendasarinya dan ditimbulkan oleh diri sendiri.
Jika kita betul-betul tidak menikmati stres yang muncul dalam kehidupan sebagai tantangan, stres itu pun akan menekan dan mempengaruhi kekebalan tubuh dan mental kita, juga tingkat-tingkat energi, keadaan pikiran kita, juga mutu kehidupan kita.
Penyakit merupakan pengalaman belajar, penyakit mempunyai maksud-maksud yang ingin diajarkan kepada kita dalam menjalani hidup ini.
Pelajaran-pelajaran seperti apakah yang diajarkan penyakit kepada kita? Penyakit itu mengajar kita tentang keseimbangan dan perubahan, bagaimana kita hidup telah tidak seimbang dan berbagai perubahan yang perlu kita buat dalam gaya hidup, pola pikir kita agar keseimbangan bisa pulih kembali.
Tertawa Membuat Awet Muda
Tersenyum sampai tertawa lebar membuat perasaan bahagia menjalar ke seluruh tubuh. Dua orang peneliti, Darwin dan Hodgkinson, menjelaskan tentang otot zygomatik yang akan bergerak menarik sudut bibir atas dan bawah sampai ke tulang pipi sehingga tubuh menerima oksigen lebih banyak menumbuhkan perasaan lepas dan bahagia.
Otot zygomatik itu akan mengkerut pada saat wajah dalam ekspresi sedih dan perasaan tertekan menyebabkan darah kekurangan oksigen yang menimbulkan perasaan depresi dan rasa tidak bahagia.
Oleh sebab itu, seseorang yang dalam keadaan tidak bahagia sering kali menghela napas panjang sebagai respons tubuh untuk mengambil oksigen lebih banyak. Nah berdasarkan hal tersebut, marilah kita sering tersenyum. Selain membuat pemandangan di dunia ini lebih indah, juga membuat Anda lebih sehat dan awet muda.
Diyakini para ahli bahwa orang yang mudah tersenyum menjadikan dirinya lebih agresif menjalani hidupnya untuk menjadi orang yang lebih sukses dan mujur.
Siapa tidak mau menjadi orang sehat, sukses, dan awet muda? Karena itu, tersenyumlah. Selama tersenyum dengan tulus dan keluar dari jiwa yang sehat, senyum dan tawa menjadi obat yang mujarab, dan banyak survei yang mendapatkan kenyataan bahwa orang-orang ramah yang hidupnya dipenuhi dengan tersenyum menjadi orang-orang yang lebih sehat, lebih mujur, lebih maju, dan lebih bahagia. Tapi harus diingat juga kalau tertawa harus disesusaikan dengan kondisi. Yang penting jangan tertawa sendiri dan jangan tertawa yang berlebihan karena itu akan mematikan hati.
***
Kiriman Sahabat: Karlina, Lina
ervakurniawan.wordpress,com

Sejarah dan Makna Hari Pahlawan

owner 8:28 AM 0
Sejarah dan Makna Hari Pahlawan


Tanggal 10 bulan November adalah tanggal dan bulan yang memiliki sejarah penting karena pada tanggal tersebut adalah pertama kalinya pasukan indonesia melakukan perang melawan terhadap tentara asing yang berlangsung setelah proklamasi lemerdekaan indonesia. Selain merupakan pertempuran pertama, pada tanggal 10 Novemberpun tercatat dalam sejarah sebagai pertempuran terberat dan terbesar semasa sejarah dalam Revolusi Nasional Indonesia.
Indonesia Berada di Bawah Pemerintahan Jepang
Pulau Jawa adalah tempat dimana tentara jepang mendarat dan memasuki Indonesia pada tanggal 1 bulan Maret Tahun 1942. Setelah tujuh hari tentara jepang memasuki indonesia tepatnya pada tanggal 8 bulan Maret Tahun 1942, melalui adanya Perjanjian Kalijati pemerintahan kolonial belanda menyerah kepada tentara jepang tanpa syarat dan indonesiapun telah resmi berada dalam pemerintahan jepang.
Kemerdekaan Indonesia
Nagasaki dan Hirosima adalah tempat di jatuhkannya bom atom oleh Amerika Serikat pada atahun 1945 bulan Agustus setelah tentara jepang mendiami kepulauan indonesia selama 3 tahun. Ketika melemah dan kekosongan kekuasaan dari para tentara asing, maka Ir Soekarno Memproklamasikan kemerdekaan indonesia pada tanggal 17 bulan Agustus tahun 1945.
Tentara Belanda dan Tentara Inggris Memasuki Indonesia
Setelah para pejuang dan rakyat Indonesia berhasil mengalahkan tentara jepang, maka para pejuang dan rakyat indonesia berencana untuk melucuti persenjataan yang di miliki tentara jepang. Maka pada saat itu terjadilah peperangan yang memakan banyak korban di berbagai daerah. Pada tanggal 15 bulan September tahun 1945 Jakarta di masuki tentara Inggris dan Pada tanggal 25 bulan Oktober Tahun 1945 tentara inggris berpindah ke Surabaya dan mendarat di sana dengan mengatasnamakan sebagai blok sekutu membantu indoneisia untuk melucuti persenjataan para tentara jepang, serta membebaskan rakyat yang menjadi tawanan tentara jepang dan membuat jepang pergi pulang kampung ke negara asalnya.
Namun kedatang tentara Inggri ke indonesia selain untuk menjadi sekutu merekapun memiliki misi rahasia yaitu untuk mengembalikan indonesia sebagai negeri jajahan belanda. Setelah pemerintah indonesia mengetahui misi rahasia yang di bawa oleh tentara inggris, maka rakya Indonesia bergejolak dan mengadakan sebuah gerakan di berbagai daerah untuk melawan tentara Inggris dan Belanda.

Peristiwa 10 November 1945

Pada tanggal 10 November tahun 1945 mayor Jenderal Robert Mansergh menggantikan kedudukan Brigadir Jenderal Mallaby yang telah meninggal karena terbunuh dalam pertempuran. Ultimatum yang telah di keluarkan oleh Mayor Jenderal Robert Mansergh yang berupa penyerahan senjata bagi para pejuang dan para pimpinan rakyat Indonesia seraya mengangkat tangan dan melettakkan persenjataanya di tempat dan batas waktu yang telah mayor jenderal tentukan yaitu pada pukul 6.00 tanggal 10 bulan November 1945.
Seluruh rakyat dan para pejuang kemerdekaan indonesia menolak dengan tegas tentang ultimatum yang telah mayor jenderal keluarkan, karena ultimatum yang di keluarkan.tersebut di anggapnya sebagai penghinaan dan pelecehan terhadap badan perjuangan yang telah di bentuk dengan alasan pada waktu itu bahwa Republik Indonesia telah berdiri. Selain telah terbentuknya TKR atau tentara keamanan rakyat, berbagai organisasi yang di ambil dari berbagai kalangan seperti kalangan pemuda,pelajar dan mahasiswa sebagai organisasi bersenjata yang betujuan untuk menolak masuknya bangsa asing ke tanah air tercinta.
Setelah batas waktu ultimatum yang telah di tentukan berakhir  tepatnya pada pukul 6 pagi, maka para tentara Inggris meluncurkan berbagai serangan melalui laut, udara dan darat. Gedung-gedung pemerintahan yang terletak di Surabaya hancur akibat di bom, setelah hancurnya gedung-gedung pemerintahan para tentara Inggirspun melanjutkan aksi penyerangannya ke 30.000 infanteri,kapal perang, pesawat terbang dan tank.
Penyerangan tentara Inggri dengan skala besar, mengira bahwa dalam jangka waktu tiga hari kota surabaya akan takluk dengan serangan yang telah tentara inggris lakukan, namun seorang pelopor dari kalangan masyarakan yaitu Bung Tomo, ia sangat berpengaruh besar dalam masanya dalam meningkatkan semangat juang para pemuda indonesia khususnya para pemuda Surabaya untuk melakukan perlawanan yang tanpa kenal takut dan menyerah.
Selain dari kalangan pemuda, pelajar dan mahasiswa yang ikut memperjuangkan, tokoh-tokoh agama dari berbagai pondok pesantren di daerah jawa dan sekitarnyapun seperti KH. Wahab Hasbullah dan KH. Hasyim Asy’ari ikut andil dengan cara mengerahkan para santrinya dan para penduduk sipil. Karena pada waktu itu para penduduk sipil tidak patuh dan tidak mempercayai pemerintahan, karena mereka lebih patuh terhadap para ulama maka pemerintah mengajak para tokoh tokoh agama untuk ikut serta mengusir para penjajah.
Pada awalnya pertempuran bersekala besar tersebut berlangsung lama karena ketidak patuhannya warga sipil terhadap pemerintah RI, sehingga mengakibatkan banyaknya korban dari kalangan sipil, namun seiring berjalannya waktu perlawanan yang keluar dari warga sipil lebih tertib dan tidak spontan dalam melakukan perlawanan.
Pertempuran hebat antara para pejuang Indonesia melawan tentara inggris telah membangkitkan keseluruhan rakyat indonesia untuk mengusir para penjajah dan mempertahankan kemerdekaan yang telah di raih, Ribuan korban yang meninggal dari kalangan pejuang sekitar 6 ribu sampai 16 rb dan rakyat sipil yang mengungsi dari surabaya sekitar 200.000 orang. Banyak sekali para pejuang dan rakyat sipi pada pertempurang besar yang terjadi pada tanggal 10 November 1945 di surabaya ini kemudian Republik Indonesia (RI) mengenang hari bersejarah tersebut sebagai Hari Pahlawan.

Penyebab Pertempuran 10 November 1945

Latar belakang terjadinya peperangan ini adalah karena adanya insiden hotel yamato surabaya. Dimana ketika itu orang-orang belanda di bawah pimpinan Mr. Ploegman mengibarkan bendera Merah Putih Biru yaitu bendera Belanda di atas hotel Yamato di Surabaya. Hal ini tentunya membuat kemarahan di hati masyarakat Surabaya tatkala itu. 

Karena hal ini dianggap telah menghina kedaulatan bangsa Indonesia dan juga kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamirkan pada bulan Agustus tanggal 17 beberapa bulan yang lalu.

Sehingga hal ini membuat sebagian pemuda bertindak tegas dengan menaiki hotel yamato dan merobek berdera belanda warna birunya sehingga tinggal tersisa warna bendera bangsa Indonesia Merah Putih. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 27 Oktober. Inilah yang memicu terjadi peristiwa bersejarah pertempuran 10 November tersebut. 

Hotel yamato dulu dikenal dengan istilah Yamato Hoteru (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial, sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.

Kemudian meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris pada 27 Oktober 1945. Serangan-serangan kecil itu ternyata dikemudian hari berubah menjadi serangan umum yang hampir membinasakan seluruh tentara Inggris, sebelum akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi.

Kematian Brigadir Jenderal Mallaby

Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda. Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. 

Bentrokan-bentrokan bersenjata di Surabaya tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20.30. Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. 

Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tak diketahui identitasnya, dan terbakarnya mobil tersebut terkena ledakan granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali. 

Kematian Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh untuk mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA.

Makna Hari Pahlawan

Sebuah ungkapan terkenal menyatakan bahwa, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawannya. Dan Bangsa tanpa pahlawan sama artinya Bangsa yang tak memiliki sebuah kebanggaan. 

Jika sebuah bangsa tidak memiliki tokoh yang bisa dibanggakan, maka bangsa itu adalah bangsa yang tak memiliki harga diri. Bahkan bisa menjadi sebuah bangsa kelas teri, diremehkan oleh bangsa-bangsa lain. 

Karena itu, sudah sepantasnya setiap bangsa memiliki tokoh yang disebut pahlawan.Seorang Pahlawan akan menjadi sangat penting karena ia akan memberikan suatu inspirasi dan motivasi. Inspirasi untuk selalu memperbaiki kondisi bangsa ini. Dan memotivasi agar bangsa ini terus bangkit, dan menjadi suatu bangsa yang bisa dibanggakan

Mengapa tanggal 10 November dipilih sebagai Hari Pahlawan karena pada saat itu para pejuang kemerdekaan bangsa kita bertempur dengan gagah berani bermodalkan bambu runcing untuk melawan tentara Inggris di Surabaya. 

Padahal saat itu kita hanya mempunyai beberapa pucuk senjata api, selebihnya para pejuang menggunakan bambu runcing. Namun para pejuang kita tak pernah gentar untuk melawan penjajah. Kita masih ingat tokoh yang terkenal pada saat perjuangan itu yakni Bung Tomo yang mampu menyalakan semangat perjuangan rakyat lewat siaran-siarannya radionya. 

Setiap tahun kita mengenang akan berbagai macam jasa para pahlawan. Namun terasa, mutu peringatan itu menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah makin tidak menghayati makna hari pahlawan. 

Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung bersifat hanya seremonial saja. Memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang di Surabaya pada waktu itu.Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. 

Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya. Karena itulah kita merayakan Hari Pahlawan setiap 10 November. Akan tetapi kepahlawanan tidak hanya sekedar itu saja. Dalam mengisi kemerdekaan pun kita dituntut untuk menjadi pahlawan.
Galeri Foto 
Sejarah dan Makna Hari Pahlawan Beserta Galeri Fotonya

Sejarah dan Makna Hari Pahlawan Beserta Galeri Fotonya

Sejarah dan Makna Hari Pahlawan Beserta Galeri Fotonya

Sejarah dan Makna Hari Pahlawan Beserta Galeri Fotonya

Sejarah dan Makna Hari Pahlawan Beserta Galeri Fotonya

Sejarah dan Makna Hari Pahlawan Beserta Galeri Fotonya

Sejarah dan Makna Hari Pahlawan Beserta Galeri Fotonya

Sejarah dan Makna Hari Pahlawan Beserta Galeri Fotonya

Sejarah dan Makna Hari Pahlawan Beserta Galeri Fotonya

Sejarah dan Makna Hari Pahlawan Beserta Galeri Fotonya

Sejarah dan Makna Hari Pahlawan Beserta Galeri Fotonya

Sejarah dan Makna Hari Pahlawan Beserta Galeri Fotonya


Sumber : Dari berbagai sumber