Tips Jitu Menjadi Menantu Yang Baik Untuk Ibu Mertua

owner 4:38 PM 0
Tips Jitu Menjadi Menantu Yang Baik Untuk Ibu Mertua

Vemale.com - Salah satu tantangan besar saat menjalani kehidupan rumah tangga bagi seorang wanita adalah menjadi menantu yang baik. Seringkali, menghadapi ibu mertua menjadi isu paling hot yang sering dibicarakan para wanita yang sudah menikah. Lalu bagaimana caranya membangun hidup yang rukun dengan mertua?

Seperti dikutip dari indiatimes.com, ada beberapa poin yang perlu Anda perhatikan dan lakukan agar bisa menjadi menantu wanita yang baik untuk mertua, antara lain adalah dengan cara berikut ini.
  • Bersikap baik dan adil

    Cobalah bersikap seadil mungkin terhadap mertua Anda, seperti Anda memperlakukan ibu kandung Anda sendiri. Jika Anda memberikan hadiah A kepada ibu Anda saat ulang tahun, maka berikan hadiah yang sama kepada ibu mertua saat beliau ulang tahun. Begitu pula jika Anda berkunjung, frekuensi berkunjung ke rumah sendiri dengan rumah mertua juga harus sama.
  • Lebih peka

    Seperti Anda yang baru saja menjadi menantu, ibu mertua Anda mungkin juga masih baru dengan peran mertua. Jadilah lebih peka, terutama dengan hal-hal yang menyangkut hubungan mertua dan suami Anda. Mertua merasa telah menghabiskan sebagian besar hidupnya membesarkan putranya dan mungkin hal ini membuatnya agak sensitif, apalagi ketika orang lain menjadi pusat perhatian kehidupan putranya saat ini.
    Misalnya ibu mertua menyebut bahwa anaknya sangat suka dengan masakannya, jangan mencoba untuk menandinginya atau berusaha menegaskan bahwa suami Anda juga menyukai masakan Anda. Ini akan menyakiti hati mertua Anda.
  • Rasa hormat

    Adat kesopanan harus selalu dipegang. Selalu anggap orang yang lebih tua lebih berpengalaman dan bijaksana meskipun seringkali pendapat mereka tidak sama dengan Anda. Berbicaralah dengan baik, tanyakan tentang masa kecilnya, bagaimana perjalanan mereka membesarkan anak-anak, atau tentang berbagai pengalaman hidup mereka. Ini akan membangun ikatan yang lebih baik daripada membantah atau melakukan keinginan Anda sendiri.
  • Lebih kooperatif

    Ketika mertua ada di rumah, bersikaplah perhatian dan kooperatif. Jika mereka ingin membantu Anda memasak, izinnkan lah. Jika mereka ingin ikut mengasuh anak Anda, berikan kesempatan itu. Ketika mereka duduk sendiri, duduklah di sampingnya dan buatlah obrolan yang menyenangkan. Ini merupakan salah satu cara "berkenalan lebih jauh" dengan mertua.
Memiliki sikap yang baik dan terus menjalin komunikasi dengan ibu mertua (dan bapak mertua) adalah cara ampuh menjadi menantu yang baik. Meskipun secara harfiah pernikahan hanya menyangkut Anda dan pasangan saja, namun Anda tidak bisa melepaskan peran keluarga kedua belah pihak dalam sebuah pernikahan.

Hakikat Kehidupan (1/2)

owner 9:42 AM 0
Hakikat Kehidupan (2/2)

Lihatlah orang-orang di sekitar Anda. Mereka adalah manusia biasa sama seperti Anda. Mereka biasa membaca, seperti Anda sekarang. Mereka juga bangun di pagi hari, membasuh muka, sarapan, dan pergi bekerja atau ke sekolah. Mereka juga punya kekasih, artis idola, mobil, rumah, dan tagihan yang harus dibayar. Mereka juga punya saat-saat istimewa, perayaan tahun baru atau ulang tahun. Tak sedetik pun terbayang bahwa selain mereka punya waktu ulang tahun, mereka juga punya hari kematian.
Setiap orang akan mati. Hanya kepadaKu kamu kembali(Al Quran 19: 57)
KEHIDUPAN DUNIA YANG SESUNGGUHNYA
Akal manusia tidak bisa membayangkan ukuran dan fungsi jagat raya yang kita huni. Kira-kira terdapat 300 milyar galaksi di jagat raya. Galaksi bima sakti kita adalah salah satunya. Di dalamnya ada 250 milyar bintang. Matahari adalah salah satunya. Dengan kata lain, masih lebih banyak bintang di jagat raya daripada butiran pasir di seluruh pantai di dunia, dan matahari kita hanya seperti sebutir pasir. Bumi tempat kita berpijak tidaklah lebih luas dari sebutir pasir. Sebagai manusia, mahluk kecil yang menghuni bumi, dia bukanlah apa-apa dibandingkan dengan ukuran jagat raya. Namun manusia melupakan semua ini, bahkan merasa dirinya besar. Dia hidup dengan penuh kesombongan. Dia lupa bahwa dia adalah mahluk lemah ciptaan Allah, yang suatu hari akan mati dan harus menghitung amalnya di hadapan Allah. Lebih jauh lagi, dia terbuai dengan urusan dunia, yang ukurannya tidak lebih besar dari sebutir pasir bila dibandingkan dengan jagat raya.
Dan semua orang akan segera mati dan dikubur dalam lubang kecil di bumi. Sebelum mengantarkannya pada hari akhir, Allah pasti akan menunjukkan bahwa dia itu begitu lemah. Jika tidak mati muda, contoh ketidakberdayaan manusia di dunia adalah ketika ia menjadi tua renta.
USIA SENJA
Kebanyakan manusia menghabiskan hidupnya dengan kesibukan. Seperti berjalannya waktu. Hari, bulan, dan tahun berlalu begitu saja dalam sekejap. Namun kebanyakan orang melupakan hal ini. Mereka merasa dirinya tak akan menjadi tua. Usia muda, yang mereka pikir takkan berakhir, sesungguhnya hanya sebentar saja. Hampir semua orang akan mengalami usia senja. Namun kebanyakan orang merasa bahwa hari tua masih lama menjelang. Mereka mencoba menghindari kenyataan bahwa mereka akan tua, lemah, dan tak berdaya.
Anggaplah di depan Anda ada dua orang muda yang terlihat gagah, bersih, berkulit mulus, giginya putih. Namun ada satu yang lebih penting. Akan tetapi 50 tahun kemudian tidak akan lagi tampak sisa-sisa kemudaan dan kecantikan pada keduanya. Waktu telah menghancurkan segalanya. Itulah hukum alam
Contohnya, buah jeruk yang manis, lezat, dan segar akan menjadi busuk. Apel akan membusuk dalam waktu singkat. Kecantikan manusia menjadi pudar. Kulit, komponen terpenting kecantikan manusia, hilang elastisitasnya sejalan dengan berjalannya waktu, tumbuh dan kemudian keriput. Keindahan dan kehalusan kulit manusia muda akan keriput di usia tua. Kehilangan keindahannya, seperti lumpur kering. Kulit manusia di usia muda masih kencang. Cubitlah kemudian lepaskan, maka akan kembali ke keadaan sebelumnya. Namun kulit orang tua menjadi keriput. Rambut memutih dan rontok di usia tua. Setiap bagian tubuh menjadi rusak dengan semakin bertambahnya usia. Hidung dan telinga menjadi rusak, secara cepat.
Tidak hanya penampakannya yang menua, fungsinya juga demikian. Ketika sel-sel tidak terbaharui lagi, manusia akan kehilangan inderanya ketika menjadi tua. Penglihatan dan pendengarannya menjadi berkurang. Lemah dan rusaknya daya pandang manusia adalah contoh yang sangat jelas bahwa kehidupan dunia ini maya. Selebriti, artis, bintang film dan politisi yang gagah terlihat mengagumkan di usia mudanya akan terlihat sangat berbbeda di usia tua. Mereka kehilangan kekuatan dan kecantikannya.
Contohnya, olahragawan yang dikenal dengan kekuatan dan staminanya akan menjadi lemah ketika tua. Orang-orang terkenal adalah lambang bahwa dunia ini fana. Kulit Anda juga akan seperti mereka suatu saat. Dan ketika Anda melihat cermin, penuaan itu terlihat sedang berjalan.
KETIDAKBERDAYAAN MANUSIA
Meskipun masih muda, di mana dia selalu merencanakan masa depannya, manusia bisa saja jatuh sakit dan mati. Jutaan manusia mati di usia muda karena kanker atau penyakit mematikan lainnya. Masih banyak virus yang tak ada obatnya yang belum ditemukan. Dan virus yang sangat kecil itu cukup untuk mengakhiri hidup manusia.
Tak seorangpun bisa memastikan bahwa dirinya tak akan terserang penyakit. Contohnya, jaringan otak kita bisa rusak tanpa alasan yang jelas. Kerusakan di otak dapat berakibat fatal. Darah tinggi dapat merusak sel-sel otak, dan orang dapat kehilangan ingatannya, cacat, lumpuh, dan mengalami gangguan mental.
Contohnya, Jeremy Clive, mahasiswa hukum Universitas Cambridge. Ia memiliki mempunyai perencanaan masa depan yang bagus. Suatu hari, sayangnya, dia jatuh sakit dan pingsan ketika bekerja di ruang profesornya. Lalu dia segera dibawa ke rumah sakit. Salah satu jaringan otaknya rusak, dan ternyata dia telah terserang stroke akut. Tim dokter mengoperasinya. Namun dia tidak akan sembuh total. Dan kehilangan ingatan jangka pendeknya. Karir akademik dan cita-citanya menjadi ahli hukum menjadi sirna. Dia tidak bisa mengingat apa yang dia dengar dan lihat setelah lima menit. Dia harus merekam semua apa yang dia lakukan. Dia bahkan harus mendengar rekaman untuk tahu bahwa dia sudah makan atau belum. Dari orang yang bercita-cita menjadi ahli hukum, tiba-tiba berubah menjadi orang yang tidak berdaya yang tidak mampu mengingat apa yang dikerjakannya 5 menit sebelumnya, sehingga membutuhkan perhatian dan perawatan selamanya.
Atau kisah Henry de Lotbiniere, ketika berusia 21 tahun adalah mahasiswa yang gemilang. Di umur 42, dia adalah pengusaha sukses, ayah dari dua anak. Suatu pagi dia merasa mukanya mati rasa. Ketika dia memeriksakan ke dokter, ternyata dia mengidap kanker di muka bagian kirinya. Kanker itu membuat mata kirinya buta.
Toshigo Sozaki dari Jepang berbahagia menikahi wanita karir yang sukses. Suatu hari, sayangnya, dia jatuh sakit dan salah satu bagian otaknya rusak. Akan tetapi, wanita karir yang sukses dan penuh percaya diri tersebut suatu hari mentalnya terganggu karena sakit. Bahkan tidak bisa lagi bertemu dengan mitra utamanya. Sejak dia kehilangan ingatannya, karir yang selama ini dia bangun berubah manjadi sesuatu yang tak berarti baginya.
Dalam menghadapi kenyataan ini, orang seharusnya berpikir bahwa tidak ada artinya tergantung pada kehidupan duniawi. Seharusnya orang merasa bahwa segala-sesuatu yang dimilikinya hanyalah titipan sementara, untuk mengujinya. Allah-lah yang telah menciptakan manusia. Hanya Dia-lah yang mampu menjaga manusia dari bahaya. Jika Dia mau, Allah bisa membuat manusia sakit dan rusak tubuhnya sehingga manusia tidak berdaya karenanya. Karena dunia diciptakan Allah sebagai tempat ujian bagi manusia. Jika dalam ujian itu manusia tetap berada pada aturan Allah dan menunjukkan moral yang baik seperti perintahNya, di akan mendapat kemenangan dan hidup abadi di surga.
Orang sombong yang mengharap keabadian di dunia yang fana ini takkan mungkin bisa menghindari cobaan, ketidakberdayaan, dan kesengsaraan di akhirat. Sakit bukanlah satu-satunya hal yang mengancam kehidupan dunia ini. Manusia bisa mati atau cacat dalam sebuah kecelakaan. Media massa memberitakan bahwa ada lusinan kecelakaan setiap harinya. Sebelum mereka kehilangan nyawanya, mereka belum pernah membayangkan akan adanya kematian itu. Penuh perencanaan masa depan, terperangkap dalam kegiatan dan kesibukan sehari-hari, lalu mati dalam kecelakaan.
Dan itu sangat mungkin terjadi pada orang yang membaca artikel ini, atau kematian akan menjemputnya pada saat yang tak diinginkan. Anda juga bisa menjadi salah satunya
Tulisan ini barangkali peringatan terakhir untuk Anda untuk mengingatkan kematian dan mengajak Anda memikirkan hari akhir.
***
Kiriman Arland
Sumber: ervakurniawan.wordpress.com

Hakikat Kehidupan (2/2)

owner 9:39 AM 0
Hakikat Kehidupan (2/2)

Ketidakberdayaan di mana orang biasa menjalaninya adalah bukti lain tentang alam yang bersifat sementara. Tubuh ini perlu dibersihkan, diberi makan, dan dipelihara. Orang yang merasa dirinya cantik atau ganteng, dan yang merasa besar, tidak enak dipandang ketika mereka baru saja bangun tidur di pagi hari.
Sebagian orang merasa bahwa hal ini adalah sesuatu yang “normal”. Mereka tidak berpikir mengapa mereka diciptakan tanpa kekuatan dan tidak sempurna, sehingga perlu perhatian dan perawatan. Jika Allah berkehendak, manusia tidak akan memperoleh kelemahan dan ketidaksempurnaan ini. Mahluk hidup lain tidak punya kebutuhan sebanyak kebutuhan manusia.
Bunga, misalnya, selalu bersih, harum, dan menawan namun tidak pernah memikirkan keindahan dirinya, walaupun dia hidup dari tanah berlumpur. Jika Allah berkehendak, manusia juga bisa sebersih bunga sepanjang hidupnya. Atau bahkan dia tidak pernah jatuh sakit, merasa sakit, dan menderita. Namun manusia telah diciptakan dalam kondisi tak sempurna, lemah, dan butuh perawatan, dan dia harus mengakui ketidakberdayaannya. Segala sesuatu di dunia ini, dicipta sebagai ujian, sehingga semuanya akan tua, lemah, dan mati. Dalam Al-Quran surat 57, Allah mengingatkan tentang kehidupan dunia sesungguhnya:
Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah sesuatu yang melalikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhiran (nanti) ada Azab yang keras dan Ampunan dari Allah serta KeridaanNya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu (QS 57: 20)
BENCANA ALAM
Selain jompo dan kelemahan fisik, ada bukti lain bahwa kehidupan dunia ini bersifat sementara. Bencana alam atau bumi yang selalu terancam bahaya dari luar angkasa,. Bencana seperti ini sudah beberapa kali terjadi.
Para ilmuwan percaya bahwa hujan meteor adalah penyebab punahnya dinosaurus. Meteor lain juga bisa menghunjam kapan saja. Hanya satu hal yang penting: Kapan?
Ancaman yang bisa datang setiap saat itu telah menjadi sumber inspirasi di balik pembuatan film-film Hollywood. Film Armageddon menunjukkan adanya kerusakan parah yang bisa diakibatkan oleh meteor kecil. Deep Impact juga punya tema yang sama. Gelombang tsunami yang bisa menggulung seluruh kota bisa terjadi akibat jatuhnya meteor ke laut
Tulisan ini bukanlah sebuah angan-angan. Karena bumi kita memang selalu menghadapi berbagai macam bahaya. Jika kita bayangkan bumi ini seperti sebuah apel, berarti kita hidup di permukaan kulit apel. Lapisan tempat kita tinggal itu sangat tipis dan lemah. Meskipun pukulan kecil yang mengenainya, ia mampu melumatnya.
Dan bahaya tidak hanya berasal dari langit. Ia bisa muncul juga dari bawah kaki kita. Di bawah lapisan bumi tempat kita tinggal terdapat magma dengan suhu ribuan derajat. Suatu saat magma itu bisa keluar ke permukaan sebagai akibat dari aktivitas vulkanik. Bumi kita betul-betul tergantung padanya. Gunung yang indah meledak sebagai akibat tekanan vulkanik di bawahnya. Tak ada cara untuk mencegah bencana ini. Topografi yang indah, kota yang megah yang begitu dibanggakan bisa hancur dalam sesaat karenanya .
Gempa bumi terjadi kira-kira setiap dua menit. Namun sebagian besarnya lemah, dan kita tidak bisa merasakannya. Jika Allah berkehendak, goncangan hebat yang menggetarkan seluruh bagian bumi bisa saja terjadi, menghancurkan semua yang hidup. Faktanya, bumi ini penuh dengan gempa bumi, di tempat tertentu akibat perbedaan labisan tektonik.
Orang biasanya berpikir bahwa dengan kemajuan teknologi dan pengalaman masa lalu, bencana-bencana itu bisa diatasi. Namun terkadang usaha untuk menghindarinya tidak efektif. Contoh yang nyata adalah bencana gempa bumi di Kobe, Jepang, tahun 1995 yang menelan banyak korban. Orang jepang telah membangun bangunan dengan teknologi anti gempa, namun gempa membuatnya seperti serpihan kertas. Orang jepang telah menghabiskan miliaran dolar untuk membuat sistem yang bisa mengantisipasi adanya gempa, namun yang satu ini tidak bisa dideteksi, gempa datang dari arah yang tak diduga-duga. Bangunan mereka yang “tahan terhadap goncangan gempa terhebat” hancur bagaikan serpihan kertas.
Gempa bumi suatu saat bisa menimbulkan bencana lain yang tak terduga. Gempa bumi dari dasar laut dapat menimbulkan belombang besar yang bernama gelombang tsunami. Gelombang ini bisa menghancurkan seluruh wilayah pantai. Dan akibatnya adalah kerusakan dan kehancuran yang tak bisa dibayangkan. Tingginya rata-rata mencapai 30 meter. Dan itu bisa terjadi secara tiba-tiba.
Sepanjang sejarah kehidupan manusia, sudah ratusan bahkan ribuan orang meninggal karenanya. Beberapa bahkan dapat melenyapkan kota-kota di sepanjang pesisir.
Badai dan angin topan juga sering kali terjadi. Kecepatan anginnya kadangkala cukup untuk mengangkat rumah, gedung, pohon, tiang listrik, mobil, orang dan melemparkannya di udara. Manusia sungguh tak berdaya menghadapi akibat badai ganas ini. Kota yang modern bisa hancur setelah badai hebat ini. Perahu dan rumah mewah yang dibanggakan berubah menjadi tumpukan sampah. Hujan lebat membuat sungai meluap dan banjir, menghancurkan segala hal yang dilewatinya. Sepanjang sejarah, jutaan manusia meninggal akibat bencana ini
Dan beberapa orang lainnya akan mengalaminya di kemudian hari. Dan kebanyakan daripadanya tidak akan pernah berpikir bahwa hidup mereka bisa saja berakhir dengan bermacam cara. Yang penting adalah bagaimana belajar dari bencana, yang mengingatkan manusia akan kematian dan betapa sementaranya kehidupan dunia ini
Manusia harus memikirkan bencana-bencana ini, sehingga berpikir bahwa menggantungkan diri pada kehidupan dunia itu tidak baik, karena dunia bukanlah tempat untuk hidup selamanya
PELAJARAN PERISTIWA TITANIC
Sejarah yang penuh dengan tragedi mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan dan kematian itu dekat. Salah satu tragedi itu terjadi pada tahun 1912: Tragedi maritim terburuk sepanjang sejarah dunia. Titanic, kapal terbesar dan termewah yang pernah dibuat, telah menjadi kebanggaan pemerintahan kerajaan Inggris. Dengan tinggi 55 meter dan panjang 275 meter menunjukkan kehebatan rancangannya. Beberapa orang mengatakan bahwa Titanic tidak mungkin tenggelam.
Namun secara mengejutkan kapal itu rusak parah dan tenggelam di laut Atlantik ketika menabrak gunung es raksasa dalam pelayaran perdananya. Sekitar 90 tahun setelahnya, kejadian itu dikisahkan dalam film produksi Hollywood. 1500 penumpang tenggelam di perairan beku. Karena dianggap tak bisa tenggelam, maka hanya sedikit sekoci yang tersedia. Beberapa korban di antaranya adalah orang-orang terkaya dan bangsawan dari Inggris.
Itu menunjukkan sekali lagi bahwa manusia tidak bisa menghindari takdir yang telah Allah gariskan. Tragedi kapal Titanic adalah sebuah pelajaran dari sejarah, menunjukkan sebuah bencana yang menimpa orang-orang yang sombong akan kekuatannya dan pada mereka yang lupa bahwa hanya Allah pemilik kekuatan absolut itu.
KEHANCURAN POMPEII
Contoh paling terkenal tentang kaum yang membanggakan diri dan kemudian dihancurkan adalah hancurnya kota tua Pompeii. Menurut ahli-ahli sejarah, 2000 tahun yang lalu pegunungan Vesuvius adalah tanah yang sangat subur. Kota Pompeii dibangun di antara pegunungan tersebut dan lautan, dan pada umumnya menjadi cerita pilihan para sastrawan. Rakyat kota Pompei suka berhura-hura dan bermaksiat. Hal yang sama terjadi di kota sebelahnya, Herculaneum.
Sampai suatu saat bencana terbesar berupa gunung meletus menghancurkan dan mengakhiri kota-kota yang indah itu. Kehidupan amoral rakyatnya, terabadikan dalam keadaan membatu akibat limpahan lava vulkanik yang bisa dilihat secara detil sekarang. Kekayaan masyarakat yang hidup ratusan hingga ribuan tahun yang lalu digunakan tanpa maksud yang jelas. Apa yang kurang dari mereka, sehingga mereka mendapat peringatan keras.
Beginilah Allah mengingatkan kita dalam Al Quran surat 30 tentang perlunya belajar dari orang-orang terdahulu:
Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi dan malihat akibat (yang diderita) orang-sebelum mereka? Mereka lebih kuat dari mereka sendiri dan telah mengolah bumi serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang mereka makmurkan. Rasul-rasul juga telah mendatangi mereka dengan bukti-bukti yang nyata. Allah tidak akan berlaku zalim pada mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri sendiri. (QS 30:9)
KEMATIAN
Sejauh apa yang telah dipaparkan, ada satu hal yang sangat penting yang harus dipikirkan semua orang: Kematiannya sendiri. Kebanyakan orang tidak mau memikirkan kematiannya. Mereka tidak berharap kematiannya datang ketika umurnya di dunia belum lama. Akan tetapi kematian itu dekat.
Selama Anda membaca tulisan ini, sekitar 6000 orang di seluruh dunia meninggal. Manusia tidak memperhatikan kematiannya sehari-hari. Kematian hanya digunakan untuk memperindah cerita di film dan televise. Namun kematian pastilah akan mendatangi setiap orang. Inilah takdir terhadap kehidupan dunia
Miliaran orang hidup cukup lama dan kemudian mati. Setiap kerangka yang anda lihat adalah sosok seperti anda, dengan idealisme, keluarga dan harapan akan masa depan. Kini semua hanya tinggal belulang yang dipamerkan di museum. Tak satu orang pun yang hidup ribuan tahun lalu ditemukan masih hidup sekarang.
Ribuan tahun kedepan, semua orang yang sedang Anda lihat sekarang patilah akan mati. Dan tak hanya mereka, tapi semua orang yang Anda kenal, suka atau tidak suka, termasuk Anda sendiri, juga akan mati.. Karena setiap waktu yang Anda habiskan sebenarnya mambawa Anda lebih dekat pada kematian.
Waktu yang dipahami sekarang sesungguhnya adalah penghitungan mundur waktu kematian manusia. Bahkan, kematian sudah ditakdirkan berapa hari lagi, berapa jam lagi, atau bahkan beberapa menit lagi setelah Anda membaca tulisan ini.
Dan waktu yang tersisa semakin mendekati titik nol. Dan akhirnya, waktu yang dijanjikan pun datang, dan penghitungan mundur pun berakhir . Jantung Anda, yang telah berdetak bertahun-tahun, berhenti berdetak. Dan Anda akan menghirup nafas terakhir. Dan kematian membawa Anda pergi, tubuh Anda mulai terasa dingin. Suhu tubuh turun drastis, dan kematian mengiringinya.
Kita harus ingat bahwa dengan kematian, manusia memasuki kehidupan sesungguhnya, kehidupan yang abadi. Setiap manusia akan dihidupkan kembali setelah mati dan menghitung amalnya di hadapan Allah. Siapa saja yang beriman pada-Nya dengan sepenuh hati selama hidupnya di dunia, yang mengabdi pada-Nya dan bertobat atas dosanya akan mendapat balasan berupa kehidupan abadi di syurga. Tapi mereka yang mengharapkan kehidupan dunia dibandingakan ridho Allah dan hari akhir maka akan mendapat balasan berupa siksaan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Maka dari itu, manusia harus berusaha agar terhindar dari tipu daya kehidupan duniawi yang bersifat sementara. Tak ada satupun keindahan di dunia kecuali semua akan berakhir. Tinggallah sebuah makna.
Tujuan hidup manusia sesungguhnya adalah menghamba pada Allah, yang telah menciptakan dan memberikan berkah, dan mencari ridhoNya. Manusia harus tahu bahwa segala yang ada di dunia bersifat sementara. Hanya Allah lah yang kekal. Dalam sebuah ayat, Allah menjelaskan tentang kehidupan dunia sebagai berikut:
Semua yang ada di bumi itu akan binasa; tapi Dzat Tuhanmu akan tetap kekal, yang mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan. (QS 55: 26-27)
KESIMPULAN
Dalam tulisan ini telah jelas kebenaran tentang kehidupan dunia, dan telah melihat bukti dengan jelas bahwa dunia hanyalah tempat singgah. Semua yang ada di dunia pasti akan mati, termasuk manusia. Setiap manusia cepat atau lambat mati dan menuju hari akhir, meninggalkan semua hal yang ia miliki di dunia ini.
Terperangkap dalam nafsu duniawi, menyepelekan ajaran agama demi kepentingan pribadi sesaat, ambisius terhadap kehidupan, keresahan dan keragu-raguan merupakan awal petaka besar yang sangat menyedihkan
Setiap manusia haruslah mengabdikan diri pada Allah, iman padaNya dan hidup dengan aturanNya. Dia harus toleran dan rendah hati, pemaaf, serta suka menolong orang lain. Dia harus berbuat jujur, bekerja dengan keras dan cerdas, serta mau berkorban . Manusia yang menunjukkan kebaikan seperti ini akan terhindar dari hawa nafsu pribadinya. Hanya dengan cara itu dia bisa tertolong. Seperti firman Allah dalam Al-Quran:
“ dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS, 59 : 9)
***
Kiriman Arland
Sumber: ervakurniawan.wordpress.com

Bila Allah Tak Lagi Ditakuti

owner 9:33 AM 0
Bila Allah Tak Lagi Ditakuti

Bayangkan ada dua orang. Salah satunya tahu betul bahwa ia akan bertemu dengan Allah dan menyadari bahwa setiap tindakannya ada pertanggungjawaban. Satu lagi, sebaliknya, beranggapan ia tidak harus berhubungan dengan orang lain. Tentu saja, terdapat perbedaan menyolok bagaimana kedua orang ini mengkondisikan dirinya. Seseorang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah hampir pasti menyukai perbuatan dosa dan mengabaikan tindakan tak bermoral bila ia merasa senang melakukannya. Seseorang, yang tega membunuh manusia, misalnya, tanpa alasan jelas atau bukan untuk kepentingan kemanusiaan, melakukan hal itu karena ia tidak takut kepada Allah. Jika ia memegang teguh keimanan kepada Allah dan hari akhir, ia tidak akan tega melakukan apa pun yang tak bisa dipertanggungjawabkannya di hari akhir kelak.
Dalam Al Qur’an, sejarah putra-putra Nabi Adam AS, diberikan sebagai contoh untuk menggugah perhatian kita tentang perbedaan menyolok antara orang yang takut dan tidak kepada Allah.
Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil) : ‘Aku pasti membunuhmu !’. Berkata Habil, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.’ ‘Sungguh kalau kamu menggerakkan tangan kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.‘ (Al Maidah : 27 – 28).
Orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah tega membunuh saudara kandungnya sendiri tanpa perasaan, meskipun saudaranya tersebut tidak bersalah, sementara si korban, meskipun diancam dengan kematian, ia mengatakan bahwa ia tidak akan membunuh saudaranya tersebut. Inilah konsekuensi rasa takut kepada Allah. Demikianlah, seseorang yang dahulunya memiliki rasa takut kepada Allah, kemudian melakukan pembunuhan, penganiayaan, dan ketidakadilan, pendek kata hal-hal yang tidak diridloi oleh Allah, akan hancur.
Ketamakan duniawi juga mengakibatkan kebengisan dan tindakan tak bermoral pada manusia. Kebanyakan orang khawatir jatuh miskin, atau tidak memiliki jaminan masa depan. Hal-hal tersebut menjelaskan mengapa suap, korupsi, pencurian, persaksian palsu, dan pelacuran menjadi semacam jalan hidup bagi beberapa orang. Bagi orang yang memiliki keimanan kepada Allah, ridho Allah di atas segala-galanya. Dalam hatinya, ia hanya melabuhkan rasa takutnya kepada Allah; bukan pada kematian, kelaparan, atau hal-hal lain yang memalingkannya dari kebenaran.
Sehingga, bagaimanapun keadaannya, orang yang memiliki rasa takut kepada Allah, tidak akan menyimpang dari Al Qur’an. Bahkan, ia berpegang teguh padanya. Ia selalu bertindak hati-hati. Memiliki keyakinan bahwa Allah melihat dan mendengar segala sesuatu, ia tidak berupaya melanggar keyakinannya meskipun sedang sendirian.
Kedangkalan pemahaman terhadap agama menyebabkan hilangnya suara hati nurani. Untuk menjelaskan hal ini, bayangkan seseorang yang tanpa ragu-ragu melarikan diri setelah menabrak seseorang di jalanan dengan mobilnya. Ini adalah petunjuk nyata betapa jauhnya dia dari nilai-nilai agama. Orang ini, yang tanpa perasaan meninggalkan seorang diri manusia yang sedang sekarat di tengah jalan, berpikir bahwa jika ia memiliki kesempatan, ia akan mengindar dari orang-orang dengan melarikan diri. Tetapi ia tidak pernah berpikir bahwa Allah ada di mana-mana, melihat dan mendengar apa yang dilakukannya setiap detik. Tak ada orang yang dapat lolos pengawasan dan perhitungan Allah dan hari perhitungan. Allah akan membalas semua ketidakadilan, kejahatan, dan tindakan tidak berperikemanusiaan pada hari perhitungan kelak:
… Barang siapa yang berkhianat (dalam urusan rampasan perang) itu, maka pada hari kiamat ia akan datang dengan membawa apa yang dikhianatkannya itu ; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan pembalasan setimpal, sedang mereka tidak dianiaya. Apakah orang yang mengikuti keridhoan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam ? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (Ali Imran : 161 – 162)
Bila orang diperingatkan dengan ayat-ayat Allah, dan dituntun dalam kebenaran ini, maka tindak kejahatan akan dapat dicegah.
Salah satu tindak kajahatan orang-orang yang jauh dari agama adalah sekelompok orang yang memberikan layanan kesehatan seakan-akan mereka adalah dokter padahal meraka tak memiliki sedikitpun ilmu tentang itu. Meskipun sama sekali tidak tahu menahu tentang bidang pengobatan, orang-orang ini menipu para pasien dan dengan tega memperlakukan mereka tanpa tindakan serius. Dan tindakan seperti ini kerapkali berakhir dengan kematian si pasien. Tanpa mempedulikan akibatnya, mereka hanya memikirkan peolehan keuntungan dan uang. Dalam salah satu ayat-Nya, Allah memberi perintah kepada kaum mukmin untuk “menyampaikan amanat kerpada yang berhak menerimanya” (An Nisa: 58). Kesehatan seseorang, adalah juga, sesuatu yang sangat berharga. Oleh karenanya, berkaitan dengan ayat di atas, kita harus menghindari sejauh mungkin melakukan pekerjaan yang bukan keahliannya, yang apabila dilakukan akan membahayakan manusia lain.
Sepanjang perjalanan hidup, barangkali orang akan menemukan tindak kejahatan yang dilakukan oleh orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Keengganannya untuk melihat dan menyadari pembalasan dari Allah, menyebabkan orang tersebut kerap memfitnah orang lain yang tak berdosa. Sementara itu, ia hanya memikirkan bagaimana orang-orang tersebut mengikuti kata-katanya. Orang seperti ini benar-benar melalaikan diri bahwa Allah mengawasi segala sesuatu, tanpa kecuali, dan segala sesuatu ada balasnnya di hari akhir kelak. Bagi yang memiliki pemahaman seperti ini ujian, penderitaan, atau dijebloskannya ia ke dalam penjara tidak meruntuhkan keyakinannya. Allah, dalam Al Qur’an, menyatakan hukuman bagi para pemfitnah, yakni sebagai berikut:
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyebaran berita bohong itu baginya adzab yang besar. (An Nur: 11)
Seseorang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah tidak menghormati dan menghargai orang lain. Hilangnya rasa takut ini menerangkan mengapa pemilik restoran tidak menjalankan bisnisnya secara sehat, atau mengapa kebanyakan orang tidak menghargai yang lebih tua. Demikian pula, ketiadaan rasa takut kepada Allah mengakibatkan banyak pasien terlantar di ruang-ruang gawat darurat tanpa perawatan memadai, orang malang dan teraniaya, dan jutaan orang terbunuh hanya untuk perebutan lahan, dan sebagainya, dan sebagainya.
Dalam masyarakat yang memiliki ketaatan kepada Allah, tak seorang pun melakukan tindak tak bermoral ini, menyadari bahwa kesalahan yang dilakukan seseorang dalam hidupnya akan menjumpainya di hari akhir kelak. Dengan orang-orang yang memiliki suara hati nurani, masyarakat ini bebas menikmati kedamaian dan kebenaran. Usaha keras bersama dalam memerangi dosa, pelacuran, dan berbagai tindakan amoral lainnya yang ditunjukkan dengan rasa hormat, kebaikan, dan kedamaian menjamin keutuhan tali kekeluargaan, yang diyakini merupakan hal mendasar bagi terbentuknya masyarakat yang kuat. Masyarakat menikmati suatu asas kehidupan sesungguhnya karena mereka bertanggung jawab atas satu dengan lainnya.
***
Kiriman Arland
Sumber: ervakurniawan.worpress.com

Ajaran Islam Menyelesaikan Permasalahan

owner 8:51 AM 0
Ajaran Islam Menyelesaikan Permasalahan

Seseorang yang menyandarkan dirinya pada prinsip-prinsip dalam Al Qur’an selalu sanggup menyelesaikan permasalahan hidupnya dan senantiasa bertindak bijaksana. Demikianlah, orang yang hidup dengan prinsip tersebut tak pernah merasakan frustasi, bagaimana pun rumit keadaan yang dihadapi. Karena itulah, dalam masyarakat yang menjunjung tinggi ajaran agama, tak seorang pun dari mereka yang tak dapat menyelesaikan masalahnya.
Ketika nilai agama tidak ditegakkan, manusia tidak menunjukkan kemanusiaannya. Permasalahan sederhana sekalipun, tidak akan terselesaikan secara bijaksana dalam masyarakat tak beragama. Masyarakat demikian mengahadapi kesukaran terus-menerus sepanjang hidupnya. Jangankan mencari penyelesaian, justru mereka mencari masalah dalam kesehariannya, seolah-olah itu adalah malapetaka yang tak mungkin terselesaikan. Karena tak sanggup menyelesaikan masalah yang bertubi-tubi dalam setiap segi kehidupannya, mereka kemudian berputus asa dan menggugat. Sementara itu, karena gagal mempertahankan alasan, mereka tak mendapatkan satu pun pemecahan. Bahkan jika mereka mendapatkannya, hal itu terbukti tidak rasional, karena yang mereka dapatkan berasal dari pemikiran dangkal.
Alasan utama mengapa konflik senantiasa tak terselesaiakan dalam masyarakat yang jauh dari agama adalah anggota masyarakat sendiri tidak mampu menyelesaikan persoalan pribadinya. Seseorang yang tidak menyandarkan dirinya pada prinsip-prinsip Islam akan mengatasi persoalannya dengan cara-cara mereka sendiri. Dalam hal ini, dia berusaha memuaskan diri sendiri tanpa mempertimbangkan kepentingan orang banyak. Dalam setiap tindakannya, dia tak mau menghadapi resiko, dan tak mau menghabiskan tenaga dan biaya, atau mengambil tanggung jawab yang bermanfaat bagi kepentingan orang lain.
Bahkan hal sepele yang gampang diatasi menjadi teka-teki baginya. Setiap orang ingin mempengaruhi orang lain, bertindak menjilat atasannya, ingin kedudukannya diakui, atau paling tidak ingin menjadi orang yang selalu memberi “kata akhir” atau keputusan. Kepribadian yang demikian menyebabkan orang lain tak bisa memberikan sumbang sih pemikiran. Alasan dibalik kedunguan orang yang tak mau hidup dengan prinsip-prinsip agama yang ingin membawa kesimpulan yang memuaskan dinyatakan dalam ayat berikut ini:
Permusuhan antara sesame mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka terpecah belah. Yang demikiann itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti. (QS. Al-Hasyr: 14).
Contoh paling sering terlihat dalam program diskusi terbuka yang ditayangkan di televisi, atau diskusi dalam miling-list. Peserta mendiskusikan suatu hal selama berjam-jam, bahkan dalam miling-list terjadi berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
Karena setiap orang cenderung mengeluarkan bantahan, didapatlah ketidak-sepakatan yang bersifat umum. Para peserta barangkali membenarkan pemikiran lawan bicaranya, akan tetapi kesombongan mencegah mereka mengakuinya, dan yang paling penting bagi mereka semata-mata menunjukkan perlawanan. Hal ini dikarenakan, yang sesungguhnya ingin dicapai bukanlah kebenaran, akan tetapi menjadi orang yang memberikan keputusan akhir. Yang mengherankan, selama diskusi, berbagai masalah, konflik dan perbedaan cenderung meningkat. Sesungguhnya, dari awal mereka memang tak berniat untuk menemukan solusi. Mereka membangun dan bernaung dalam kesombongan philosophi, berpedoman bahwa materi sesungguhnya adalah berdiskusi, berekspresi, dan mengubah cara pandang orang. Mereka berpikir bahwa wajar saja ketika tidak mendapati solusi setelah bediskusi berjam-jam atau berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
Orang-orang beriman, menyadari bahwa Allah memperhitungkan segala sesuatu, mengharuskan orang bertindak bijaksana dan hati-hati dalam setiap keadaan. Mereka membuat keputusan paling tepat dan menemukan solusi terbaik. Mereka dapat memutuskan segala permasalahan dengan cepat tanpa terhalang apapun, karena mereka dituntun oleh moral terbaik, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir yang diilhami oleh ajaran Alqur’an.
“Urusan mereka diputuskan dengan musyawarah antara mereka” (QS. Asy-Syuura: 38).
Setiap saat mereka mengambil pilihan yang paling diridhloi Allah. Tak satupun hal yang bertentangan dengan keadilan dan kebenaran, meski barangkali itu berlawanan dengan kepentingan atau kepuasan pribadi mereka.
Dengan hanya mengabdi pada Allah dan mengharap imbalan hanya dari-Nya, orang mukmin tak pernah mencari pengakuan dari orang lain, mencari gelar di mata manusia ataupun disanjung oleh mereka. Oleh karenanya, dalam setiap keputusan yang mereka ambil, mereka senantiasa menerima dukungan, bimbingan, ilham, dan hikmah dari Allah.
Orang beriman memiliki ketakutan dan ketundukan yang sangat pada aturan Allah, sehingga ia diberi “furqaan” untuk membedakan yang hak dan yang bathil (QS. Al-Anfal: 29) sehingga ia tiba pada keputusan yang tepat. Mereka pun akan mendapatkan “jalan keluar” (QS. Ath-Thalaq: 2) dan “kemudahan dalam segala urusan” (QS. Ath-Thalaq: 4).
***
Kiriman Arland
Sumber: ervakurniawan.worpress.com

Mampukah Kematian Membuat Manusia Berpikir

owner 8:38 AM 0

Mampukah Kematian Membuat Manusia Berpikir

Sepanjang sejarah, manusia telah berhasil mengatasi berbagai masalah hidup yang terkadang nampak berat. Namun kematian tetap merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan. Setiap yang hidup di muka bumi ini dengan tujuan apa pun, pasti akan mati. Manusia hanya diberi usia tertentu dan kemudian akan mati. Ada yang mati ketika masih muda, bahkan saat masih bayi. Ada yang melalui beberapa fase dalam hidupnya dan menemui kematian setelah usianya bertahun-tahun. Bahkan seorang manusia yang memiliki segalanya baik itu tanah, kekayaan, kedudukan, popularitas, kemuliaan, kepercayaan maupun ketampanan tak akan dapat menghindari kematian. Tanpa kecuali, semua manusia tak berdaya ketika menghadapi datangnya kematian sebagai suatu kepastian.
Ada fakta-fakta tentang alam baka dan hari perhitungan, yang juga didukung oleh kesaksian orang-orang yang hidup setelah mengalami kematian. Kembalinya seseorang setelah dinyatakan mati secara medis (mati suri) telah membawa orang yang mengalaminya melihat betapa tak berartinya tubuh manusia, melalui fakta-fakta tertentu yang disaksikannya. Kematian yang dinyatakan secara medis dan pemakaman akan menanti tiap-tiap kita, oleh karenanya seharusnyalah kita merenungkannya.
Saat kematian terjadi, jiwa terpisah dengan raga meninggalkan tubuh yang tanpa daya. Seperti halnya makhluk hidup yang mengganti kulit mereka, ia meninggalkan kulit luarnya dan berproses menuju kehidupan sebenarnya.
Namun, cerita tentang tubuh manusia yang tetap tertinggal di dunia kadang lebih penting, terutama apa saja yang terjadi dengan tubuh tersebut, daripada mempertanyakan apa itu pantas terjadi pada tubuh manusia….
Apakah Anda pernah berpikir secara detail tentang apa yang terjadi pada tubuh seseorang ketika ia mati?
Suatu saat kita akan mati. Mungkin dengan cara yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Mungkin saat di toko untuk membeli makanan, sebuah mobil menabrak kita. Atau, penyakit yang sangat fatal mengakibatkan kematian kita. Atau sederhananya jantung kita akan berhenti berdetak tanpa alasan apapun.
Detik-Detik Kematian
Mulai detik itu, kita tak memiliki hubungan apa pun dengan tubuh ini. Kita akan menjadi ” sendiri”, sementara tubuh kita kemudian hanya akan menjadi seonggok daging biasa. Setelah kematian, orang lain akan membawa tubuh kita. Kemudian orang-orang akan menangis dan berkabung. Lalu tubuh tersebut akan dibawa ke rumah mayat sekalipun di malam hari. Beberapa saat kemudian kuburan segera digali. Tubuh kita yang tak bernyawa kini sangat kaku, akan dimandikan dengan air yang dingin. Sementara itu, tanda-tanda kematian segera nampak di mana beberapa bagian tubuh mulai memucat.
Kemudian, mayat ini akan dibungkus dengan kain kafan dan diletakkan di keranda mayat. Mobil jenazah telah siap membawa mayat tersebut, berjalan menuju ke pemakaman, hidup seperti di jalanan. Ketika melihat mobil jenazah yang lewat, beberapa orang akan nampak berkhidmad, tetapi kebanyakan berlalu begitu saja dengan kesibukan mereka masing-masing. Setiba di pemakaman, jenazah akan diusung oleh orang-orang yang mencintai kita atau tampak mencintai kita. Kemungkinan besar, orang-orang yang mengitarinya akan menangis dan meratap lagi. Kemudian orang-orang berdatangan dengan satu tujuan yakni, pemakaman.
Di atas batu nisan. nama kita akan dipahatkan. Kemudian mayat kita akan diangkat dari keranda mayat dan diletakkan ke dalam lubang yang telah digali. Pendo’a akan berdo’a untuk kita. Akhirnya, orang-orang dengan sekop akan mulai menutup mayat kita dengan tanah yang juga akan mengenai kain kafan. Tanah menyentuh mulut kita, leher, mata dan hidung. Dan akhirnya menimbun seluruh kain kafan. Akhirnya pemakaman selesai, dan orang-orang meninggalkan pemakaman. Semuanya kembali sunyi. Beberapa orang akan datang untuk berziarah dalam sela-sela waktu mereka untuk kita yang telah dimakamkan. Tak ada lagi hidup yang penuh arti. Rumah yang indah, harta yang melimpah, wajah yang cantik/tampan, istri yang cantik atau suami yang tampan, alam yang mempesona, semua sudah tidak ada artinya lagi. Tubuh kita sudah tidak akan bertemu dengan seorang teman pun. Mulai itulah, satu kepastian yang menimpa mayat adalah tanah, ulat belatung dan bakteri akan menggerogotinya.
Saat dipendam tubuh kita mengalami proses pembusukan yang sangat cepat yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal tubuh tersebut.
Setelah mayat kita diletakkan di kuburan, dengan cepat bakteri dan serangga yang berkembang biak di dalam mayat karena tidak adanya oksigen, akan memulai kerjanya. Gas-gas yang dikeluarkan organisme tersebut akan masuk ke dalam mayat, mulai dari perut, merubah bentuk dan penampilannya. Gumpalan darah keluar dari mulut dan hidung karena desakan gas dari rongga perut. Seperti proses penggerogotan, rambut, kuku, lidah dan telapak tangan akan lepas semua. Bersamaan dengan itu pula terjadi perubahan dalam tubuh seperti paru-paru, jantung dan hati yang akan mengalami pembusukan. Dalam waktu yang berbarengan, pemandangan yang sangat mengerikan terjadi di perut, di mana kulit tidak dapat menahan lagi tekanan gas yang semakin mendesak dan akhirnya jebol, menebarkan bau yang sangat busuk. Mulai dari tengkorak, otot-ototnya lepas dari bagiannya masing-masing. Kulit dan jaringan lunak juga akan tercerai berai semua. Otak akan membusuk hingga nampak seperti tanah liat. Proses akan terus berlanjut sampai seluruhnya tinggal tulang belulang.
Tubuh itu kita bayangkan sebagai diri kita, akan hilang secara mengerikan dan bentuknya tak dapat dikenali lagi. Maka ketika kita meninggalkan kewajiban ibadah kita, cacing, serangga dan bakteri di dalam tanah akan menghancurkan mayat kita begitu saja.
Jika kita mati karena kecelakaan dan tidak dikuburkan, apa yang terjadi akan lebih tragis lagi. Mayat kita akan dimakan ulat belatung, seperti potongan daging yang diletakkan pada temperatur ruangan dalam waktu yang lama. Sampai akhirnya ulat belatung memakan habis potongan daging yang terakhir, mayat kita hanya tinggal tulang belaka.
Demikianlah, manusia yang diciptakan dalam bentuk paling sempurna, akhirnya menjadi bentuk yang paling mengerikan, dan memang begitulah kenyataannya.
Mengapa Hal Itu Terjadi?
Inilah ketentuan Sang Maha Pencipta bahwa tubuh manusia ditiadakan keberadaaanya dengan cara yang drastis. Itulah mengapa ada sesuatu yang sangat penting yakni adanya perintah suci di dalam diri kita. Akhir kehidupan yang mengerikan akan menunggu setiap manusia selayaknya membuat ia berpikir bahwa ia tidak hanya tubuh semata-mata, tapi ada nyawa yang menghidupkan tubuh itu. Dengan kata lain, manusia harus memahami bahwa ia mempunyai eksistensi di balik badannya. Berakhirnya kehidupan yang begitu menyolok memberikan berbagai pelajaran, yang membuat manusia sepantasnya memahami bahwa ia tidak hanya terdiri dari “daging dan tulang” semata.
Manusia seharusnya dengan melihat dirinya dapat mengambil hikmah yang penting, bahwa ia di dunia ini hanya sementara, dan harus memikirkan akhirnya, yakni kematian. Kematian, akan menjadikannya busuk di dalam tanah, dan menjadi makanan ulat belatung dan akhirnya tinggal tulang belulang.
***
Kiriman Sahabat Arland
Sumber: ervakurniawan.wordpress.com

Hukum Berjilbab Bagi Wanita Muslimah

owner 2:32 PM 2
Hukum Berjilbab Bagi Wanita Muslimah


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
(*Gini, banyak dari teman-teman yang sudah tau tapi enggan berjilbab alasannya belum siap atau dari pada berjilbab tapi bejat mending jilbab hati dulu.. dan ada yang belum tau wajib hukumnya mengenakan jilbab.. 
Setiap kali berbicara mengenai hukum wajib menggunakan jilbab sering kali perdebatan/ pembantahan yang terjadi.. 
karna itu ada beberapa pertanyaan dalam diri saya, serta keraguan yang terlintas.. karena saya masih sangat awam dalam hal agama sangat takut sekali bila saya telah mengenakan hijab tetapi melakukan dosa maka dosanya akan lebih bekali-kali lipat.. dan membuat saya sangat takut dan akhirnya saya putuskan untuk menteguhkan pendirian saya maka saya membaca beberapa artikel dan hadist serta ayat mengenai hukum mengenakan hijab dan apa akibat bila tidak berjilbab dan apakah boleh tidak berjilbab karena belum siap? 
maka postingan dibawah ini akan menjawab semua, kami mengingatkan sebuah pesan dari Nabi Kita,Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam tentang Hijab. Jangan menyesal kelak di hari Kiamat, bila Anda tidak mau membaca dan mentaati nasihat ini.) 

APA JILBAB ITU?Jilbab atau hijab secara syari’at merupakan bagian pakaian yang wajib digunakan untuk menutupi kepala wanita hingga ke dadanya.

Dalilnya adalah:
“…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” [QS. An-Nuur 24:31]. Artinya ialah bahwa Allah menghendaki agar para wanita menutup kain dari kepalanya hingga ke dadanya.

Dari ayat ini maka para wanita Muslimah perlu memperhatikan apa yang ia pakai. Apakah benar-benar hijab yang sesuai hukum Allah, ataukah hanya kain yang dihias-hias oleh tukang salon. Ingat, hijab bukanlah mode yang bertujuan membuat wanita lebih cantik, justru hijab dipakai agar wanita terlindungi dari fitnah. Itulah salah satu tujuan syari’at.

Dalilnya ialah:

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Di antara para wanita di zaman Rasulullah tersebut tentu ada yang baru masuk Islam atau ahli maksiat. Namun, setelah turunnya ayat kewajiban hijab, maka mereka langsung melakukannya. Tak ada wanita yang beralasan seperti wanita di zaman sekarang yang menolak hijab dengan alasan: “Aku belum siap”, atau “Jilbab hanya untuk wanita sholehah”. 

AKU BELUM (HARUS) SIAP
Di antara alasan-alasan umum yang dikemukakan wanita Muslimah yang belum berjilbab ialah: “Aku belum siap”. Jika kita cermati, alasan ini kurang bisa diterima dari segi akal maupun dalil dengan sebab sebagai berikut:
  • Ini bisa kita analogikan sebagai berikut: Ketika kita mengajak seseorang untuk sholat wajib lima waktu, kemudian orang itu menolak dengan alasan: “Aku belum mau sholat lima waktu karena belum siap.” Padahal kewajiban memakai jilbab lebih mudah daripada sholat, yang kamu butuhkan hanya jilbab yang cukup hingga menutup dada, rok panjang dan lebar, dan baju yang agak panjang dan tidak ketat. Kalau mau yang lebih efektif bisa memakai pakaian sejenis daster dimana baju dan roknya menyatu. Memakai jilbab tidak seperti orang naik haji, atau membayar zakat, atau menyembelih kambing yang dibutuhkan kemampuan, sehingga alasan: “Aku belum siap” bukanlah udzur dan tidak ada keringanan. 
  • Kita tanyakan kepada wanita yang beralasan “Aku belum siap”: “Kapankah kamu siap? Bisa jadi kamu mati dalam keadaan belum siap berjilbab.” Terkadang di antara mereka ada yang meyakini kalau mereka siap berjilbab kalau sudah menikah. Apakah mereka yakin mereka akan hidup di saat itu? 
  • Dari segi dalil maupun ijma’, tak ada satu pun ayat Al-Qur’an, hadits, pendapat ulama dimana wanita yang berjilbab harus menyiapkan sesuatu khusus terlebih dahulu. Bahkan dari hadits yang telah kita bahas di atas, para wanita Arab di zaman Rasulullah yang tentunya di antara mereka ada yang baru saja masuk Islam langsung membuat hijab ketika turunnya ayat yang mewajibkan hijab. Tidak ada di antara mereka yang beralasan: “Ya Rasulullah, bolehkah aku tidak memakai jilbab karena aku belum siap?” Dalil ini juga langsung membantah pernyataan bahwa wanita yang pantas berjilbab hanyalah wanita sholehah atau yang ilmu agamanya luas. Semua wanita Muslimah yang sudah akil baligh WAJIB berjilbab. 

KEBATILAN ANGGAPAN JILBAB HATI
Sebagian orang yang mengikuti hawa nafsu berkata bahwa jilbab tidaklah penting yang terpenting adalah jilbab hati. Maka, tanyakanlah lagi kepada orang tersebut: “Bagaimana jilbab hati yang benar itu?” Pernyataan seperti ini sangat dekat dengan bid’ah-bid’ah yang dibuat oleh orang-orang Nasrani yang tidak bersunat, ketika mereka ditanya: “Yesus dikhitan pada hari ketujuh setelah kelahirannya, mengapa banyak di antara kalian yang tidak khitan? Mereka menjawab: ‘Yang penting bagi kami adalah SUNAT HATI!’”

Maka bertakwalah sekelompok orang yang menyelisihi sunah Rasulullah dan syari’at yang telah ditetapkan Allah dalam agama yang mulia ini.

Kemudian ada pula yang mengatakan: “Untuk apa berjilbab kalau kelakuannya bejat? Lebih baik tidak berjilbab tapi kelakuannya baik.”

Maka, kita katakan kepada orang seperti ini: “Berjilbab saja kelakuannya bejat, apalagi tidak berjilbab? Seandainya ada wanita tidak berjilbab berpengarai baik, tentu lebih baik lagi apabila ia berjilbab.”

Belum satu pun saya temui ayat Al-Qur’an, hadits, atau pendapat ulama yang berkata tentang adanya “Jilbab hati”. Bisa jadi ini adalah perkara baru yang diada-adakan.

Dan Allah SWT berfirman di dalam surat Al-A’raf ayat 26 yang artinya :

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”.

Allah Juga berfirman di dalam surat al-Ahzab ayat 36 yang artinya :

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”

Dan Allah juga berfirman di dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 103 – 107 yang artinya :

“Katakanlah: Apakah (mau) Kami beritahu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang sia-sia saja perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat usaha yang sebaik-baiknya. Mereka itulah orang-orang yang mengingkari (kufur) terhadap ayat-ayat Allah dan menemui-Nya, maka hapuslah amal pekerjaan mereka, dan Kami mengadakan suatu pertimbangan terhadap (amalan) mereka di hari kiamat.Demikianlah, balasan mereka ialah jahanam, disebabkan mereka kufur/ingkar dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan Rasul-rasul- Ku sebagai olok-olok. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal.”

BOLEHKAH AKU MEMAKAI JILBAB DAN MELEPASNYA SEKALI-KALI?

Terkadang ada saja pertanyaan terlontar dari para Jilbabers, para wanita yang masih belajar memakai jilbab, atau yang berencana memakai jilbab:

“Bolehkah aku memakai jilbab dan melepasnya sekali-kali?”

Jawaban: BOLEH

Hal ini disebabkan tidak mungkinnya para wanita Muslimah memakai jilbab terus menerus. Ada saat dimana ia melepas jilbabnya. Yaitu di saat mandi, tidur di dalam kamarnya, di saat berdua dengan suami, atau saat berkumpul hanya dengan keluarganya di dalam rumah selama ia yakin tak ada orang non-mahrom yang melihatnya tanpa jilbab. Sebab Allah Azza wa Jalla berfirman:

“…dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” [QS. An-Nuur 24:31]
Maksud dari ayat ini ialah seorang wanita boleh saja membuka jilbabnya di hadapan suami, ayah, mertua, anak, saudara, keponakan, teman-temannya sesama Muslimah, pembantu / budak yang tidak punya syahwat karena lanjut usia atau karena dikebiri, atau bocah di bawah umur yang belum mengerti apapun tentang aurat (untuk bocah di zaman sekarang dan akibat dari negeri berpaham sekuler kira-kira di bawah tujuh tahun).
SIAPAKAH YANG PERTAMA KALI TERBUKA AURATNYA?
Nenek moyang kita, Adam ‘alayhis salam dan isterinya adalah manusia pertama yang terbuka auratnya setelah keduanya diperdaya oleh syaitan:

“Hai anak cucu Adam! Jangan sampai kamu dapat diperdayakan oleh syaitan, sebagaimana mereka telah dapat mengeluarkan kedua orang tuamu (Adam dan Hawa) dari syorga, mereka dapat menanggalkan pakaian kedua orang tuamu itu supaya kelihatan kedua auratnya.” (Q. S. Al-A’raf: 27)

Allah memperingatkan kita agar jangan melakukan kesalahan yang sama, salah satunya yaitu memamerkan aurat di depan orang-orang yang seharusnya tidak pantas melihat aurat kita. Sebab yang demikian merupakan salah satu tipu daya setan.

Setan telah berhasil membujuk kaum hawa untuk tidak menutup auratnya sesuai syari’at dengan membisikkan kata-kata yang manis: “Jangan berjilbab, karena engkau belum siap. Kamu masih suka bermaksiat, janganlah berjilbab. Pengetahuan Islammu masih awam, tak perlu berjilbab. Berjilbabnya nanti saja ketika sudah menikah, kalau sekarang kamu berjilbab tak ada laki-laki yang mau dekat sama kamu. Yang penting jilbab hati dulu.” Begitulah pekerjaan setan, sama seperti ketika mereka membujuk nenek moyang kita untuk memakan buah terlarang.

Siksa Azab Buat Perempuan Yang Tidak Mau Berhijab/berjilbab
1. Azab buat perempuan yang membuka rambut kepalanya selain suaminya adalah : Rambutnya akan digantung dengan api neraka sehingga mendidih otaknya dan ini terjadi sampai berapa lama ia di dunia semasa hidupnya belum menutup rambut kepalanya.

2. Perempuan yang suka berpakaian seksi dan menonjolkan dadanya adalah : "Digantung dengan rantai api neraka di mana dada dan pusatnya diikat dengan api neraka serta betis dan pahanya diberikan panggangan seperti manusia memanggang kambing di dunia dan api neraka ini sangat memedihkan perempuan ini."

3. Azab buat perempuan yang suka menjadi penggoda dan berusaha menggairahkan pria lain dengan tubuhnya yang aduhai adalah "PEREMPUAN INI MUKANYA AKAN MENGHITAM DAN 
MEMAKAN ISI PERUTNYA SENDIRI." (Hadits diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim)

{ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻗُﻮﺍ ﺃَﻧﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ
ﻧَﺎﺭًﺍ }

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahriim: 8) 

Kaum wanita yang tak mau memakai jilbab,adalah mendustakan ayat Allah surat An Nur ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59 dan menyombongkan diri terhadap perintah Allah tersebut, maka sesuai dengan bunyi ayat tersebut diatas mereka kekal didalam neraka.

Ummat Islam selama ini menyangka tidak kekal didalam neraka, karena ada syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW yang memohon kepada Allah agar ummat yang berdosa dikeluarkan dari neraka.
Mereka yang dikeluarkan Allah dari neraka, mereka yang dalam hidupnya ada perasaan takut kepada Allah. Tetapi kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, tidak ada perasaan takutnya akan siksa Allah,sebab itulah mereka kekal didalam neraka. Sekarang kaum wanita yang tak mau berjilbab, dapat menanyakan kepada hati nurani mereka masing-masing.

Apakah terasa berdosa bagaikan gunung yang sewaktu-waktu jatuhmenghimpitnya atau bagaikan lalat yang hinggap dihidung mereka?. Kalau kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, menganggap enteng dosa mereka bagaikan lalat yang hinggap dihidungnya, maka tak akann bertobat didalam hidupnya. Atau dalam perkataan lain tidak ada Perasaan takutnya kepada Allah, sebab itu mereka kekal didalam neraka sebagaimana bunyi surat Al-A’raaf ayat 36 di atas.Jadi mereka tak mendapat syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW nanti di akhirat.

“Semoga menjadi renungan kita bersama bahwa yang wajib itu tetap wajib hukumnya,,” kalau tidak mulai dari sekarang apakah kita akan menunggu hari lusa atau disaat kita sudah tua,,,?” Ingat satu hal Malaikat maut itu tidak menunggumu hari lusa besok atau taun depan mungkin satu menit,jam atau hari esok kita telah dicabut nyawanya oleh malaikat maut,,”dan kita benar-benar menjadi orang yang merugi setelah hari itu datang kepada kita,,. 

UNTUK KAUM WANITA SEGERALAH BERJILBAB SEBELUM AJAL MENJEMPUTMU DAN MEMBAWAMU KE NERAKA JAHANNAM.

Demikianlah artikel tentang jilbab ini dibuat. Adapun jika kurang jelas, kurang lengkap, atau terdapat kesalahan padanya semata-mata karena keterbatasan ilmu dan kelupaan penulis. Namun, semoga artikel ini dapat membantu memberikan pencerahan dan motivasi kepada saudari-saudari saya.

Yang belum berjilbab, hendaklah berjilbab. Yang sudah berjilbab, hendaklah memperbaiki jilbabnya. Yang telah berjilbab dengan baik, bantulah yang belum berjilbab.

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Dalam riwayat lain:

“Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik jika manusia telah rusak.” (HR. Ahmad 13/400 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’ no. 7368)

Teruslah berbuat baik, walau orang-orang di sekelilingmu berbuat maksiat. Jadilah dirimu sendiri. Sebab orang jahat menilaimu dari pikiran jahatnya dan mereka pasti suka engkau berbuat jahat, sedangkan orang baik menilaimu dari pikiran baiknya dan mereka pasti suka engkau berbuat baik.

Semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayah kepada kita, dan memudahkan kita untuk selalu berbuat baik kapanpun dan dimanapun kita berada.

“Dialah (Allah) yang telah menamakan kamu sekalian Muslimin dari dulu dan didalam (Al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas diri kalian dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dialah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (Q. S. Al Hajj:78)

Wassalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh…