Hakikat Kehidupan (2/2)

owner 9:39 AM 0
Hakikat Kehidupan (2/2)

Ketidakberdayaan di mana orang biasa menjalaninya adalah bukti lain tentang alam yang bersifat sementara. Tubuh ini perlu dibersihkan, diberi makan, dan dipelihara. Orang yang merasa dirinya cantik atau ganteng, dan yang merasa besar, tidak enak dipandang ketika mereka baru saja bangun tidur di pagi hari.
Sebagian orang merasa bahwa hal ini adalah sesuatu yang “normal”. Mereka tidak berpikir mengapa mereka diciptakan tanpa kekuatan dan tidak sempurna, sehingga perlu perhatian dan perawatan. Jika Allah berkehendak, manusia tidak akan memperoleh kelemahan dan ketidaksempurnaan ini. Mahluk hidup lain tidak punya kebutuhan sebanyak kebutuhan manusia.
Bunga, misalnya, selalu bersih, harum, dan menawan namun tidak pernah memikirkan keindahan dirinya, walaupun dia hidup dari tanah berlumpur. Jika Allah berkehendak, manusia juga bisa sebersih bunga sepanjang hidupnya. Atau bahkan dia tidak pernah jatuh sakit, merasa sakit, dan menderita. Namun manusia telah diciptakan dalam kondisi tak sempurna, lemah, dan butuh perawatan, dan dia harus mengakui ketidakberdayaannya. Segala sesuatu di dunia ini, dicipta sebagai ujian, sehingga semuanya akan tua, lemah, dan mati. Dalam Al-Quran surat 57, Allah mengingatkan tentang kehidupan dunia sesungguhnya:
Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah sesuatu yang melalikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhiran (nanti) ada Azab yang keras dan Ampunan dari Allah serta KeridaanNya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu (QS 57: 20)
BENCANA ALAM
Selain jompo dan kelemahan fisik, ada bukti lain bahwa kehidupan dunia ini bersifat sementara. Bencana alam atau bumi yang selalu terancam bahaya dari luar angkasa,. Bencana seperti ini sudah beberapa kali terjadi.
Para ilmuwan percaya bahwa hujan meteor adalah penyebab punahnya dinosaurus. Meteor lain juga bisa menghunjam kapan saja. Hanya satu hal yang penting: Kapan?
Ancaman yang bisa datang setiap saat itu telah menjadi sumber inspirasi di balik pembuatan film-film Hollywood. Film Armageddon menunjukkan adanya kerusakan parah yang bisa diakibatkan oleh meteor kecil. Deep Impact juga punya tema yang sama. Gelombang tsunami yang bisa menggulung seluruh kota bisa terjadi akibat jatuhnya meteor ke laut
Tulisan ini bukanlah sebuah angan-angan. Karena bumi kita memang selalu menghadapi berbagai macam bahaya. Jika kita bayangkan bumi ini seperti sebuah apel, berarti kita hidup di permukaan kulit apel. Lapisan tempat kita tinggal itu sangat tipis dan lemah. Meskipun pukulan kecil yang mengenainya, ia mampu melumatnya.
Dan bahaya tidak hanya berasal dari langit. Ia bisa muncul juga dari bawah kaki kita. Di bawah lapisan bumi tempat kita tinggal terdapat magma dengan suhu ribuan derajat. Suatu saat magma itu bisa keluar ke permukaan sebagai akibat dari aktivitas vulkanik. Bumi kita betul-betul tergantung padanya. Gunung yang indah meledak sebagai akibat tekanan vulkanik di bawahnya. Tak ada cara untuk mencegah bencana ini. Topografi yang indah, kota yang megah yang begitu dibanggakan bisa hancur dalam sesaat karenanya .
Gempa bumi terjadi kira-kira setiap dua menit. Namun sebagian besarnya lemah, dan kita tidak bisa merasakannya. Jika Allah berkehendak, goncangan hebat yang menggetarkan seluruh bagian bumi bisa saja terjadi, menghancurkan semua yang hidup. Faktanya, bumi ini penuh dengan gempa bumi, di tempat tertentu akibat perbedaan labisan tektonik.
Orang biasanya berpikir bahwa dengan kemajuan teknologi dan pengalaman masa lalu, bencana-bencana itu bisa diatasi. Namun terkadang usaha untuk menghindarinya tidak efektif. Contoh yang nyata adalah bencana gempa bumi di Kobe, Jepang, tahun 1995 yang menelan banyak korban. Orang jepang telah membangun bangunan dengan teknologi anti gempa, namun gempa membuatnya seperti serpihan kertas. Orang jepang telah menghabiskan miliaran dolar untuk membuat sistem yang bisa mengantisipasi adanya gempa, namun yang satu ini tidak bisa dideteksi, gempa datang dari arah yang tak diduga-duga. Bangunan mereka yang “tahan terhadap goncangan gempa terhebat” hancur bagaikan serpihan kertas.
Gempa bumi suatu saat bisa menimbulkan bencana lain yang tak terduga. Gempa bumi dari dasar laut dapat menimbulkan belombang besar yang bernama gelombang tsunami. Gelombang ini bisa menghancurkan seluruh wilayah pantai. Dan akibatnya adalah kerusakan dan kehancuran yang tak bisa dibayangkan. Tingginya rata-rata mencapai 30 meter. Dan itu bisa terjadi secara tiba-tiba.
Sepanjang sejarah kehidupan manusia, sudah ratusan bahkan ribuan orang meninggal karenanya. Beberapa bahkan dapat melenyapkan kota-kota di sepanjang pesisir.
Badai dan angin topan juga sering kali terjadi. Kecepatan anginnya kadangkala cukup untuk mengangkat rumah, gedung, pohon, tiang listrik, mobil, orang dan melemparkannya di udara. Manusia sungguh tak berdaya menghadapi akibat badai ganas ini. Kota yang modern bisa hancur setelah badai hebat ini. Perahu dan rumah mewah yang dibanggakan berubah menjadi tumpukan sampah. Hujan lebat membuat sungai meluap dan banjir, menghancurkan segala hal yang dilewatinya. Sepanjang sejarah, jutaan manusia meninggal akibat bencana ini
Dan beberapa orang lainnya akan mengalaminya di kemudian hari. Dan kebanyakan daripadanya tidak akan pernah berpikir bahwa hidup mereka bisa saja berakhir dengan bermacam cara. Yang penting adalah bagaimana belajar dari bencana, yang mengingatkan manusia akan kematian dan betapa sementaranya kehidupan dunia ini
Manusia harus memikirkan bencana-bencana ini, sehingga berpikir bahwa menggantungkan diri pada kehidupan dunia itu tidak baik, karena dunia bukanlah tempat untuk hidup selamanya
PELAJARAN PERISTIWA TITANIC
Sejarah yang penuh dengan tragedi mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan dan kematian itu dekat. Salah satu tragedi itu terjadi pada tahun 1912: Tragedi maritim terburuk sepanjang sejarah dunia. Titanic, kapal terbesar dan termewah yang pernah dibuat, telah menjadi kebanggaan pemerintahan kerajaan Inggris. Dengan tinggi 55 meter dan panjang 275 meter menunjukkan kehebatan rancangannya. Beberapa orang mengatakan bahwa Titanic tidak mungkin tenggelam.
Namun secara mengejutkan kapal itu rusak parah dan tenggelam di laut Atlantik ketika menabrak gunung es raksasa dalam pelayaran perdananya. Sekitar 90 tahun setelahnya, kejadian itu dikisahkan dalam film produksi Hollywood. 1500 penumpang tenggelam di perairan beku. Karena dianggap tak bisa tenggelam, maka hanya sedikit sekoci yang tersedia. Beberapa korban di antaranya adalah orang-orang terkaya dan bangsawan dari Inggris.
Itu menunjukkan sekali lagi bahwa manusia tidak bisa menghindari takdir yang telah Allah gariskan. Tragedi kapal Titanic adalah sebuah pelajaran dari sejarah, menunjukkan sebuah bencana yang menimpa orang-orang yang sombong akan kekuatannya dan pada mereka yang lupa bahwa hanya Allah pemilik kekuatan absolut itu.
KEHANCURAN POMPEII
Contoh paling terkenal tentang kaum yang membanggakan diri dan kemudian dihancurkan adalah hancurnya kota tua Pompeii. Menurut ahli-ahli sejarah, 2000 tahun yang lalu pegunungan Vesuvius adalah tanah yang sangat subur. Kota Pompeii dibangun di antara pegunungan tersebut dan lautan, dan pada umumnya menjadi cerita pilihan para sastrawan. Rakyat kota Pompei suka berhura-hura dan bermaksiat. Hal yang sama terjadi di kota sebelahnya, Herculaneum.
Sampai suatu saat bencana terbesar berupa gunung meletus menghancurkan dan mengakhiri kota-kota yang indah itu. Kehidupan amoral rakyatnya, terabadikan dalam keadaan membatu akibat limpahan lava vulkanik yang bisa dilihat secara detil sekarang. Kekayaan masyarakat yang hidup ratusan hingga ribuan tahun yang lalu digunakan tanpa maksud yang jelas. Apa yang kurang dari mereka, sehingga mereka mendapat peringatan keras.
Beginilah Allah mengingatkan kita dalam Al Quran surat 30 tentang perlunya belajar dari orang-orang terdahulu:
Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi dan malihat akibat (yang diderita) orang-sebelum mereka? Mereka lebih kuat dari mereka sendiri dan telah mengolah bumi serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang mereka makmurkan. Rasul-rasul juga telah mendatangi mereka dengan bukti-bukti yang nyata. Allah tidak akan berlaku zalim pada mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri sendiri. (QS 30:9)
KEMATIAN
Sejauh apa yang telah dipaparkan, ada satu hal yang sangat penting yang harus dipikirkan semua orang: Kematiannya sendiri. Kebanyakan orang tidak mau memikirkan kematiannya. Mereka tidak berharap kematiannya datang ketika umurnya di dunia belum lama. Akan tetapi kematian itu dekat.
Selama Anda membaca tulisan ini, sekitar 6000 orang di seluruh dunia meninggal. Manusia tidak memperhatikan kematiannya sehari-hari. Kematian hanya digunakan untuk memperindah cerita di film dan televise. Namun kematian pastilah akan mendatangi setiap orang. Inilah takdir terhadap kehidupan dunia
Miliaran orang hidup cukup lama dan kemudian mati. Setiap kerangka yang anda lihat adalah sosok seperti anda, dengan idealisme, keluarga dan harapan akan masa depan. Kini semua hanya tinggal belulang yang dipamerkan di museum. Tak satu orang pun yang hidup ribuan tahun lalu ditemukan masih hidup sekarang.
Ribuan tahun kedepan, semua orang yang sedang Anda lihat sekarang patilah akan mati. Dan tak hanya mereka, tapi semua orang yang Anda kenal, suka atau tidak suka, termasuk Anda sendiri, juga akan mati.. Karena setiap waktu yang Anda habiskan sebenarnya mambawa Anda lebih dekat pada kematian.
Waktu yang dipahami sekarang sesungguhnya adalah penghitungan mundur waktu kematian manusia. Bahkan, kematian sudah ditakdirkan berapa hari lagi, berapa jam lagi, atau bahkan beberapa menit lagi setelah Anda membaca tulisan ini.
Dan waktu yang tersisa semakin mendekati titik nol. Dan akhirnya, waktu yang dijanjikan pun datang, dan penghitungan mundur pun berakhir . Jantung Anda, yang telah berdetak bertahun-tahun, berhenti berdetak. Dan Anda akan menghirup nafas terakhir. Dan kematian membawa Anda pergi, tubuh Anda mulai terasa dingin. Suhu tubuh turun drastis, dan kematian mengiringinya.
Kita harus ingat bahwa dengan kematian, manusia memasuki kehidupan sesungguhnya, kehidupan yang abadi. Setiap manusia akan dihidupkan kembali setelah mati dan menghitung amalnya di hadapan Allah. Siapa saja yang beriman pada-Nya dengan sepenuh hati selama hidupnya di dunia, yang mengabdi pada-Nya dan bertobat atas dosanya akan mendapat balasan berupa kehidupan abadi di syurga. Tapi mereka yang mengharapkan kehidupan dunia dibandingakan ridho Allah dan hari akhir maka akan mendapat balasan berupa siksaan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Maka dari itu, manusia harus berusaha agar terhindar dari tipu daya kehidupan duniawi yang bersifat sementara. Tak ada satupun keindahan di dunia kecuali semua akan berakhir. Tinggallah sebuah makna.
Tujuan hidup manusia sesungguhnya adalah menghamba pada Allah, yang telah menciptakan dan memberikan berkah, dan mencari ridhoNya. Manusia harus tahu bahwa segala yang ada di dunia bersifat sementara. Hanya Allah lah yang kekal. Dalam sebuah ayat, Allah menjelaskan tentang kehidupan dunia sebagai berikut:
Semua yang ada di bumi itu akan binasa; tapi Dzat Tuhanmu akan tetap kekal, yang mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan. (QS 55: 26-27)
KESIMPULAN
Dalam tulisan ini telah jelas kebenaran tentang kehidupan dunia, dan telah melihat bukti dengan jelas bahwa dunia hanyalah tempat singgah. Semua yang ada di dunia pasti akan mati, termasuk manusia. Setiap manusia cepat atau lambat mati dan menuju hari akhir, meninggalkan semua hal yang ia miliki di dunia ini.
Terperangkap dalam nafsu duniawi, menyepelekan ajaran agama demi kepentingan pribadi sesaat, ambisius terhadap kehidupan, keresahan dan keragu-raguan merupakan awal petaka besar yang sangat menyedihkan
Setiap manusia haruslah mengabdikan diri pada Allah, iman padaNya dan hidup dengan aturanNya. Dia harus toleran dan rendah hati, pemaaf, serta suka menolong orang lain. Dia harus berbuat jujur, bekerja dengan keras dan cerdas, serta mau berkorban . Manusia yang menunjukkan kebaikan seperti ini akan terhindar dari hawa nafsu pribadinya. Hanya dengan cara itu dia bisa tertolong. Seperti firman Allah dalam Al-Quran:
“ dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS, 59 : 9)
***
Kiriman Arland
Sumber: ervakurniawan.wordpress.com

Bila Allah Tak Lagi Ditakuti

owner 9:33 AM 0
Bila Allah Tak Lagi Ditakuti

Bayangkan ada dua orang. Salah satunya tahu betul bahwa ia akan bertemu dengan Allah dan menyadari bahwa setiap tindakannya ada pertanggungjawaban. Satu lagi, sebaliknya, beranggapan ia tidak harus berhubungan dengan orang lain. Tentu saja, terdapat perbedaan menyolok bagaimana kedua orang ini mengkondisikan dirinya. Seseorang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah hampir pasti menyukai perbuatan dosa dan mengabaikan tindakan tak bermoral bila ia merasa senang melakukannya. Seseorang, yang tega membunuh manusia, misalnya, tanpa alasan jelas atau bukan untuk kepentingan kemanusiaan, melakukan hal itu karena ia tidak takut kepada Allah. Jika ia memegang teguh keimanan kepada Allah dan hari akhir, ia tidak akan tega melakukan apa pun yang tak bisa dipertanggungjawabkannya di hari akhir kelak.
Dalam Al Qur’an, sejarah putra-putra Nabi Adam AS, diberikan sebagai contoh untuk menggugah perhatian kita tentang perbedaan menyolok antara orang yang takut dan tidak kepada Allah.
Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil) : ‘Aku pasti membunuhmu !’. Berkata Habil, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.’ ‘Sungguh kalau kamu menggerakkan tangan kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.‘ (Al Maidah : 27 – 28).
Orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah tega membunuh saudara kandungnya sendiri tanpa perasaan, meskipun saudaranya tersebut tidak bersalah, sementara si korban, meskipun diancam dengan kematian, ia mengatakan bahwa ia tidak akan membunuh saudaranya tersebut. Inilah konsekuensi rasa takut kepada Allah. Demikianlah, seseorang yang dahulunya memiliki rasa takut kepada Allah, kemudian melakukan pembunuhan, penganiayaan, dan ketidakadilan, pendek kata hal-hal yang tidak diridloi oleh Allah, akan hancur.
Ketamakan duniawi juga mengakibatkan kebengisan dan tindakan tak bermoral pada manusia. Kebanyakan orang khawatir jatuh miskin, atau tidak memiliki jaminan masa depan. Hal-hal tersebut menjelaskan mengapa suap, korupsi, pencurian, persaksian palsu, dan pelacuran menjadi semacam jalan hidup bagi beberapa orang. Bagi orang yang memiliki keimanan kepada Allah, ridho Allah di atas segala-galanya. Dalam hatinya, ia hanya melabuhkan rasa takutnya kepada Allah; bukan pada kematian, kelaparan, atau hal-hal lain yang memalingkannya dari kebenaran.
Sehingga, bagaimanapun keadaannya, orang yang memiliki rasa takut kepada Allah, tidak akan menyimpang dari Al Qur’an. Bahkan, ia berpegang teguh padanya. Ia selalu bertindak hati-hati. Memiliki keyakinan bahwa Allah melihat dan mendengar segala sesuatu, ia tidak berupaya melanggar keyakinannya meskipun sedang sendirian.
Kedangkalan pemahaman terhadap agama menyebabkan hilangnya suara hati nurani. Untuk menjelaskan hal ini, bayangkan seseorang yang tanpa ragu-ragu melarikan diri setelah menabrak seseorang di jalanan dengan mobilnya. Ini adalah petunjuk nyata betapa jauhnya dia dari nilai-nilai agama. Orang ini, yang tanpa perasaan meninggalkan seorang diri manusia yang sedang sekarat di tengah jalan, berpikir bahwa jika ia memiliki kesempatan, ia akan mengindar dari orang-orang dengan melarikan diri. Tetapi ia tidak pernah berpikir bahwa Allah ada di mana-mana, melihat dan mendengar apa yang dilakukannya setiap detik. Tak ada orang yang dapat lolos pengawasan dan perhitungan Allah dan hari perhitungan. Allah akan membalas semua ketidakadilan, kejahatan, dan tindakan tidak berperikemanusiaan pada hari perhitungan kelak:
… Barang siapa yang berkhianat (dalam urusan rampasan perang) itu, maka pada hari kiamat ia akan datang dengan membawa apa yang dikhianatkannya itu ; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan pembalasan setimpal, sedang mereka tidak dianiaya. Apakah orang yang mengikuti keridhoan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam ? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (Ali Imran : 161 – 162)
Bila orang diperingatkan dengan ayat-ayat Allah, dan dituntun dalam kebenaran ini, maka tindak kejahatan akan dapat dicegah.
Salah satu tindak kajahatan orang-orang yang jauh dari agama adalah sekelompok orang yang memberikan layanan kesehatan seakan-akan mereka adalah dokter padahal meraka tak memiliki sedikitpun ilmu tentang itu. Meskipun sama sekali tidak tahu menahu tentang bidang pengobatan, orang-orang ini menipu para pasien dan dengan tega memperlakukan mereka tanpa tindakan serius. Dan tindakan seperti ini kerapkali berakhir dengan kematian si pasien. Tanpa mempedulikan akibatnya, mereka hanya memikirkan peolehan keuntungan dan uang. Dalam salah satu ayat-Nya, Allah memberi perintah kepada kaum mukmin untuk “menyampaikan amanat kerpada yang berhak menerimanya” (An Nisa: 58). Kesehatan seseorang, adalah juga, sesuatu yang sangat berharga. Oleh karenanya, berkaitan dengan ayat di atas, kita harus menghindari sejauh mungkin melakukan pekerjaan yang bukan keahliannya, yang apabila dilakukan akan membahayakan manusia lain.
Sepanjang perjalanan hidup, barangkali orang akan menemukan tindak kejahatan yang dilakukan oleh orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Keengganannya untuk melihat dan menyadari pembalasan dari Allah, menyebabkan orang tersebut kerap memfitnah orang lain yang tak berdosa. Sementara itu, ia hanya memikirkan bagaimana orang-orang tersebut mengikuti kata-katanya. Orang seperti ini benar-benar melalaikan diri bahwa Allah mengawasi segala sesuatu, tanpa kecuali, dan segala sesuatu ada balasnnya di hari akhir kelak. Bagi yang memiliki pemahaman seperti ini ujian, penderitaan, atau dijebloskannya ia ke dalam penjara tidak meruntuhkan keyakinannya. Allah, dalam Al Qur’an, menyatakan hukuman bagi para pemfitnah, yakni sebagai berikut:
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyebaran berita bohong itu baginya adzab yang besar. (An Nur: 11)
Seseorang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah tidak menghormati dan menghargai orang lain. Hilangnya rasa takut ini menerangkan mengapa pemilik restoran tidak menjalankan bisnisnya secara sehat, atau mengapa kebanyakan orang tidak menghargai yang lebih tua. Demikian pula, ketiadaan rasa takut kepada Allah mengakibatkan banyak pasien terlantar di ruang-ruang gawat darurat tanpa perawatan memadai, orang malang dan teraniaya, dan jutaan orang terbunuh hanya untuk perebutan lahan, dan sebagainya, dan sebagainya.
Dalam masyarakat yang memiliki ketaatan kepada Allah, tak seorang pun melakukan tindak tak bermoral ini, menyadari bahwa kesalahan yang dilakukan seseorang dalam hidupnya akan menjumpainya di hari akhir kelak. Dengan orang-orang yang memiliki suara hati nurani, masyarakat ini bebas menikmati kedamaian dan kebenaran. Usaha keras bersama dalam memerangi dosa, pelacuran, dan berbagai tindakan amoral lainnya yang ditunjukkan dengan rasa hormat, kebaikan, dan kedamaian menjamin keutuhan tali kekeluargaan, yang diyakini merupakan hal mendasar bagi terbentuknya masyarakat yang kuat. Masyarakat menikmati suatu asas kehidupan sesungguhnya karena mereka bertanggung jawab atas satu dengan lainnya.
***
Kiriman Arland
Sumber: ervakurniawan.worpress.com

Ajaran Islam Menyelesaikan Permasalahan

owner 8:51 AM 0
Ajaran Islam Menyelesaikan Permasalahan

Seseorang yang menyandarkan dirinya pada prinsip-prinsip dalam Al Qur’an selalu sanggup menyelesaikan permasalahan hidupnya dan senantiasa bertindak bijaksana. Demikianlah, orang yang hidup dengan prinsip tersebut tak pernah merasakan frustasi, bagaimana pun rumit keadaan yang dihadapi. Karena itulah, dalam masyarakat yang menjunjung tinggi ajaran agama, tak seorang pun dari mereka yang tak dapat menyelesaikan masalahnya.
Ketika nilai agama tidak ditegakkan, manusia tidak menunjukkan kemanusiaannya. Permasalahan sederhana sekalipun, tidak akan terselesaikan secara bijaksana dalam masyarakat tak beragama. Masyarakat demikian mengahadapi kesukaran terus-menerus sepanjang hidupnya. Jangankan mencari penyelesaian, justru mereka mencari masalah dalam kesehariannya, seolah-olah itu adalah malapetaka yang tak mungkin terselesaikan. Karena tak sanggup menyelesaikan masalah yang bertubi-tubi dalam setiap segi kehidupannya, mereka kemudian berputus asa dan menggugat. Sementara itu, karena gagal mempertahankan alasan, mereka tak mendapatkan satu pun pemecahan. Bahkan jika mereka mendapatkannya, hal itu terbukti tidak rasional, karena yang mereka dapatkan berasal dari pemikiran dangkal.
Alasan utama mengapa konflik senantiasa tak terselesaiakan dalam masyarakat yang jauh dari agama adalah anggota masyarakat sendiri tidak mampu menyelesaikan persoalan pribadinya. Seseorang yang tidak menyandarkan dirinya pada prinsip-prinsip Islam akan mengatasi persoalannya dengan cara-cara mereka sendiri. Dalam hal ini, dia berusaha memuaskan diri sendiri tanpa mempertimbangkan kepentingan orang banyak. Dalam setiap tindakannya, dia tak mau menghadapi resiko, dan tak mau menghabiskan tenaga dan biaya, atau mengambil tanggung jawab yang bermanfaat bagi kepentingan orang lain.
Bahkan hal sepele yang gampang diatasi menjadi teka-teki baginya. Setiap orang ingin mempengaruhi orang lain, bertindak menjilat atasannya, ingin kedudukannya diakui, atau paling tidak ingin menjadi orang yang selalu memberi “kata akhir” atau keputusan. Kepribadian yang demikian menyebabkan orang lain tak bisa memberikan sumbang sih pemikiran. Alasan dibalik kedunguan orang yang tak mau hidup dengan prinsip-prinsip agama yang ingin membawa kesimpulan yang memuaskan dinyatakan dalam ayat berikut ini:
Permusuhan antara sesame mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka terpecah belah. Yang demikiann itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti. (QS. Al-Hasyr: 14).
Contoh paling sering terlihat dalam program diskusi terbuka yang ditayangkan di televisi, atau diskusi dalam miling-list. Peserta mendiskusikan suatu hal selama berjam-jam, bahkan dalam miling-list terjadi berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
Karena setiap orang cenderung mengeluarkan bantahan, didapatlah ketidak-sepakatan yang bersifat umum. Para peserta barangkali membenarkan pemikiran lawan bicaranya, akan tetapi kesombongan mencegah mereka mengakuinya, dan yang paling penting bagi mereka semata-mata menunjukkan perlawanan. Hal ini dikarenakan, yang sesungguhnya ingin dicapai bukanlah kebenaran, akan tetapi menjadi orang yang memberikan keputusan akhir. Yang mengherankan, selama diskusi, berbagai masalah, konflik dan perbedaan cenderung meningkat. Sesungguhnya, dari awal mereka memang tak berniat untuk menemukan solusi. Mereka membangun dan bernaung dalam kesombongan philosophi, berpedoman bahwa materi sesungguhnya adalah berdiskusi, berekspresi, dan mengubah cara pandang orang. Mereka berpikir bahwa wajar saja ketika tidak mendapati solusi setelah bediskusi berjam-jam atau berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
Orang-orang beriman, menyadari bahwa Allah memperhitungkan segala sesuatu, mengharuskan orang bertindak bijaksana dan hati-hati dalam setiap keadaan. Mereka membuat keputusan paling tepat dan menemukan solusi terbaik. Mereka dapat memutuskan segala permasalahan dengan cepat tanpa terhalang apapun, karena mereka dituntun oleh moral terbaik, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir yang diilhami oleh ajaran Alqur’an.
“Urusan mereka diputuskan dengan musyawarah antara mereka” (QS. Asy-Syuura: 38).
Setiap saat mereka mengambil pilihan yang paling diridhloi Allah. Tak satupun hal yang bertentangan dengan keadilan dan kebenaran, meski barangkali itu berlawanan dengan kepentingan atau kepuasan pribadi mereka.
Dengan hanya mengabdi pada Allah dan mengharap imbalan hanya dari-Nya, orang mukmin tak pernah mencari pengakuan dari orang lain, mencari gelar di mata manusia ataupun disanjung oleh mereka. Oleh karenanya, dalam setiap keputusan yang mereka ambil, mereka senantiasa menerima dukungan, bimbingan, ilham, dan hikmah dari Allah.
Orang beriman memiliki ketakutan dan ketundukan yang sangat pada aturan Allah, sehingga ia diberi “furqaan” untuk membedakan yang hak dan yang bathil (QS. Al-Anfal: 29) sehingga ia tiba pada keputusan yang tepat. Mereka pun akan mendapatkan “jalan keluar” (QS. Ath-Thalaq: 2) dan “kemudahan dalam segala urusan” (QS. Ath-Thalaq: 4).
***
Kiriman Arland
Sumber: ervakurniawan.worpress.com

Mampukah Kematian Membuat Manusia Berpikir

owner 8:38 AM 0

Mampukah Kematian Membuat Manusia Berpikir

Sepanjang sejarah, manusia telah berhasil mengatasi berbagai masalah hidup yang terkadang nampak berat. Namun kematian tetap merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan. Setiap yang hidup di muka bumi ini dengan tujuan apa pun, pasti akan mati. Manusia hanya diberi usia tertentu dan kemudian akan mati. Ada yang mati ketika masih muda, bahkan saat masih bayi. Ada yang melalui beberapa fase dalam hidupnya dan menemui kematian setelah usianya bertahun-tahun. Bahkan seorang manusia yang memiliki segalanya baik itu tanah, kekayaan, kedudukan, popularitas, kemuliaan, kepercayaan maupun ketampanan tak akan dapat menghindari kematian. Tanpa kecuali, semua manusia tak berdaya ketika menghadapi datangnya kematian sebagai suatu kepastian.
Ada fakta-fakta tentang alam baka dan hari perhitungan, yang juga didukung oleh kesaksian orang-orang yang hidup setelah mengalami kematian. Kembalinya seseorang setelah dinyatakan mati secara medis (mati suri) telah membawa orang yang mengalaminya melihat betapa tak berartinya tubuh manusia, melalui fakta-fakta tertentu yang disaksikannya. Kematian yang dinyatakan secara medis dan pemakaman akan menanti tiap-tiap kita, oleh karenanya seharusnyalah kita merenungkannya.
Saat kematian terjadi, jiwa terpisah dengan raga meninggalkan tubuh yang tanpa daya. Seperti halnya makhluk hidup yang mengganti kulit mereka, ia meninggalkan kulit luarnya dan berproses menuju kehidupan sebenarnya.
Namun, cerita tentang tubuh manusia yang tetap tertinggal di dunia kadang lebih penting, terutama apa saja yang terjadi dengan tubuh tersebut, daripada mempertanyakan apa itu pantas terjadi pada tubuh manusia….
Apakah Anda pernah berpikir secara detail tentang apa yang terjadi pada tubuh seseorang ketika ia mati?
Suatu saat kita akan mati. Mungkin dengan cara yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Mungkin saat di toko untuk membeli makanan, sebuah mobil menabrak kita. Atau, penyakit yang sangat fatal mengakibatkan kematian kita. Atau sederhananya jantung kita akan berhenti berdetak tanpa alasan apapun.
Detik-Detik Kematian
Mulai detik itu, kita tak memiliki hubungan apa pun dengan tubuh ini. Kita akan menjadi ” sendiri”, sementara tubuh kita kemudian hanya akan menjadi seonggok daging biasa. Setelah kematian, orang lain akan membawa tubuh kita. Kemudian orang-orang akan menangis dan berkabung. Lalu tubuh tersebut akan dibawa ke rumah mayat sekalipun di malam hari. Beberapa saat kemudian kuburan segera digali. Tubuh kita yang tak bernyawa kini sangat kaku, akan dimandikan dengan air yang dingin. Sementara itu, tanda-tanda kematian segera nampak di mana beberapa bagian tubuh mulai memucat.
Kemudian, mayat ini akan dibungkus dengan kain kafan dan diletakkan di keranda mayat. Mobil jenazah telah siap membawa mayat tersebut, berjalan menuju ke pemakaman, hidup seperti di jalanan. Ketika melihat mobil jenazah yang lewat, beberapa orang akan nampak berkhidmad, tetapi kebanyakan berlalu begitu saja dengan kesibukan mereka masing-masing. Setiba di pemakaman, jenazah akan diusung oleh orang-orang yang mencintai kita atau tampak mencintai kita. Kemungkinan besar, orang-orang yang mengitarinya akan menangis dan meratap lagi. Kemudian orang-orang berdatangan dengan satu tujuan yakni, pemakaman.
Di atas batu nisan. nama kita akan dipahatkan. Kemudian mayat kita akan diangkat dari keranda mayat dan diletakkan ke dalam lubang yang telah digali. Pendo’a akan berdo’a untuk kita. Akhirnya, orang-orang dengan sekop akan mulai menutup mayat kita dengan tanah yang juga akan mengenai kain kafan. Tanah menyentuh mulut kita, leher, mata dan hidung. Dan akhirnya menimbun seluruh kain kafan. Akhirnya pemakaman selesai, dan orang-orang meninggalkan pemakaman. Semuanya kembali sunyi. Beberapa orang akan datang untuk berziarah dalam sela-sela waktu mereka untuk kita yang telah dimakamkan. Tak ada lagi hidup yang penuh arti. Rumah yang indah, harta yang melimpah, wajah yang cantik/tampan, istri yang cantik atau suami yang tampan, alam yang mempesona, semua sudah tidak ada artinya lagi. Tubuh kita sudah tidak akan bertemu dengan seorang teman pun. Mulai itulah, satu kepastian yang menimpa mayat adalah tanah, ulat belatung dan bakteri akan menggerogotinya.
Saat dipendam tubuh kita mengalami proses pembusukan yang sangat cepat yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal tubuh tersebut.
Setelah mayat kita diletakkan di kuburan, dengan cepat bakteri dan serangga yang berkembang biak di dalam mayat karena tidak adanya oksigen, akan memulai kerjanya. Gas-gas yang dikeluarkan organisme tersebut akan masuk ke dalam mayat, mulai dari perut, merubah bentuk dan penampilannya. Gumpalan darah keluar dari mulut dan hidung karena desakan gas dari rongga perut. Seperti proses penggerogotan, rambut, kuku, lidah dan telapak tangan akan lepas semua. Bersamaan dengan itu pula terjadi perubahan dalam tubuh seperti paru-paru, jantung dan hati yang akan mengalami pembusukan. Dalam waktu yang berbarengan, pemandangan yang sangat mengerikan terjadi di perut, di mana kulit tidak dapat menahan lagi tekanan gas yang semakin mendesak dan akhirnya jebol, menebarkan bau yang sangat busuk. Mulai dari tengkorak, otot-ototnya lepas dari bagiannya masing-masing. Kulit dan jaringan lunak juga akan tercerai berai semua. Otak akan membusuk hingga nampak seperti tanah liat. Proses akan terus berlanjut sampai seluruhnya tinggal tulang belulang.
Tubuh itu kita bayangkan sebagai diri kita, akan hilang secara mengerikan dan bentuknya tak dapat dikenali lagi. Maka ketika kita meninggalkan kewajiban ibadah kita, cacing, serangga dan bakteri di dalam tanah akan menghancurkan mayat kita begitu saja.
Jika kita mati karena kecelakaan dan tidak dikuburkan, apa yang terjadi akan lebih tragis lagi. Mayat kita akan dimakan ulat belatung, seperti potongan daging yang diletakkan pada temperatur ruangan dalam waktu yang lama. Sampai akhirnya ulat belatung memakan habis potongan daging yang terakhir, mayat kita hanya tinggal tulang belaka.
Demikianlah, manusia yang diciptakan dalam bentuk paling sempurna, akhirnya menjadi bentuk yang paling mengerikan, dan memang begitulah kenyataannya.
Mengapa Hal Itu Terjadi?
Inilah ketentuan Sang Maha Pencipta bahwa tubuh manusia ditiadakan keberadaaanya dengan cara yang drastis. Itulah mengapa ada sesuatu yang sangat penting yakni adanya perintah suci di dalam diri kita. Akhir kehidupan yang mengerikan akan menunggu setiap manusia selayaknya membuat ia berpikir bahwa ia tidak hanya tubuh semata-mata, tapi ada nyawa yang menghidupkan tubuh itu. Dengan kata lain, manusia harus memahami bahwa ia mempunyai eksistensi di balik badannya. Berakhirnya kehidupan yang begitu menyolok memberikan berbagai pelajaran, yang membuat manusia sepantasnya memahami bahwa ia tidak hanya terdiri dari “daging dan tulang” semata.
Manusia seharusnya dengan melihat dirinya dapat mengambil hikmah yang penting, bahwa ia di dunia ini hanya sementara, dan harus memikirkan akhirnya, yakni kematian. Kematian, akan menjadikannya busuk di dalam tanah, dan menjadi makanan ulat belatung dan akhirnya tinggal tulang belulang.
***
Kiriman Sahabat Arland
Sumber: ervakurniawan.wordpress.com

Hukum Berjilbab Bagi Wanita Muslimah

owner 2:32 PM 2
Hukum Berjilbab Bagi Wanita Muslimah


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
(*Gini, banyak dari teman-teman yang sudah tau tapi enggan berjilbab alasannya belum siap atau dari pada berjilbab tapi bejat mending jilbab hati dulu.. dan ada yang belum tau wajib hukumnya mengenakan jilbab.. 
Setiap kali berbicara mengenai hukum wajib menggunakan jilbab sering kali perdebatan/ pembantahan yang terjadi.. 
karna itu ada beberapa pertanyaan dalam diri saya, serta keraguan yang terlintas.. karena saya masih sangat awam dalam hal agama sangat takut sekali bila saya telah mengenakan hijab tetapi melakukan dosa maka dosanya akan lebih bekali-kali lipat.. dan membuat saya sangat takut dan akhirnya saya putuskan untuk menteguhkan pendirian saya maka saya membaca beberapa artikel dan hadist serta ayat mengenai hukum mengenakan hijab dan apa akibat bila tidak berjilbab dan apakah boleh tidak berjilbab karena belum siap? 
maka postingan dibawah ini akan menjawab semua, kami mengingatkan sebuah pesan dari Nabi Kita,Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam tentang Hijab. Jangan menyesal kelak di hari Kiamat, bila Anda tidak mau membaca dan mentaati nasihat ini.) 

APA JILBAB ITU?Jilbab atau hijab secara syari’at merupakan bagian pakaian yang wajib digunakan untuk menutupi kepala wanita hingga ke dadanya.

Dalilnya adalah:
“…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” [QS. An-Nuur 24:31]. Artinya ialah bahwa Allah menghendaki agar para wanita menutup kain dari kepalanya hingga ke dadanya.

Dari ayat ini maka para wanita Muslimah perlu memperhatikan apa yang ia pakai. Apakah benar-benar hijab yang sesuai hukum Allah, ataukah hanya kain yang dihias-hias oleh tukang salon. Ingat, hijab bukanlah mode yang bertujuan membuat wanita lebih cantik, justru hijab dipakai agar wanita terlindungi dari fitnah. Itulah salah satu tujuan syari’at.

Dalilnya ialah:

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Di antara para wanita di zaman Rasulullah tersebut tentu ada yang baru masuk Islam atau ahli maksiat. Namun, setelah turunnya ayat kewajiban hijab, maka mereka langsung melakukannya. Tak ada wanita yang beralasan seperti wanita di zaman sekarang yang menolak hijab dengan alasan: “Aku belum siap”, atau “Jilbab hanya untuk wanita sholehah”. 

AKU BELUM (HARUS) SIAP
Di antara alasan-alasan umum yang dikemukakan wanita Muslimah yang belum berjilbab ialah: “Aku belum siap”. Jika kita cermati, alasan ini kurang bisa diterima dari segi akal maupun dalil dengan sebab sebagai berikut:
  • Ini bisa kita analogikan sebagai berikut: Ketika kita mengajak seseorang untuk sholat wajib lima waktu, kemudian orang itu menolak dengan alasan: “Aku belum mau sholat lima waktu karena belum siap.” Padahal kewajiban memakai jilbab lebih mudah daripada sholat, yang kamu butuhkan hanya jilbab yang cukup hingga menutup dada, rok panjang dan lebar, dan baju yang agak panjang dan tidak ketat. Kalau mau yang lebih efektif bisa memakai pakaian sejenis daster dimana baju dan roknya menyatu. Memakai jilbab tidak seperti orang naik haji, atau membayar zakat, atau menyembelih kambing yang dibutuhkan kemampuan, sehingga alasan: “Aku belum siap” bukanlah udzur dan tidak ada keringanan. 
  • Kita tanyakan kepada wanita yang beralasan “Aku belum siap”: “Kapankah kamu siap? Bisa jadi kamu mati dalam keadaan belum siap berjilbab.” Terkadang di antara mereka ada yang meyakini kalau mereka siap berjilbab kalau sudah menikah. Apakah mereka yakin mereka akan hidup di saat itu? 
  • Dari segi dalil maupun ijma’, tak ada satu pun ayat Al-Qur’an, hadits, pendapat ulama dimana wanita yang berjilbab harus menyiapkan sesuatu khusus terlebih dahulu. Bahkan dari hadits yang telah kita bahas di atas, para wanita Arab di zaman Rasulullah yang tentunya di antara mereka ada yang baru saja masuk Islam langsung membuat hijab ketika turunnya ayat yang mewajibkan hijab. Tidak ada di antara mereka yang beralasan: “Ya Rasulullah, bolehkah aku tidak memakai jilbab karena aku belum siap?” Dalil ini juga langsung membantah pernyataan bahwa wanita yang pantas berjilbab hanyalah wanita sholehah atau yang ilmu agamanya luas. Semua wanita Muslimah yang sudah akil baligh WAJIB berjilbab. 

KEBATILAN ANGGAPAN JILBAB HATI
Sebagian orang yang mengikuti hawa nafsu berkata bahwa jilbab tidaklah penting yang terpenting adalah jilbab hati. Maka, tanyakanlah lagi kepada orang tersebut: “Bagaimana jilbab hati yang benar itu?” Pernyataan seperti ini sangat dekat dengan bid’ah-bid’ah yang dibuat oleh orang-orang Nasrani yang tidak bersunat, ketika mereka ditanya: “Yesus dikhitan pada hari ketujuh setelah kelahirannya, mengapa banyak di antara kalian yang tidak khitan? Mereka menjawab: ‘Yang penting bagi kami adalah SUNAT HATI!’”

Maka bertakwalah sekelompok orang yang menyelisihi sunah Rasulullah dan syari’at yang telah ditetapkan Allah dalam agama yang mulia ini.

Kemudian ada pula yang mengatakan: “Untuk apa berjilbab kalau kelakuannya bejat? Lebih baik tidak berjilbab tapi kelakuannya baik.”

Maka, kita katakan kepada orang seperti ini: “Berjilbab saja kelakuannya bejat, apalagi tidak berjilbab? Seandainya ada wanita tidak berjilbab berpengarai baik, tentu lebih baik lagi apabila ia berjilbab.”

Belum satu pun saya temui ayat Al-Qur’an, hadits, atau pendapat ulama yang berkata tentang adanya “Jilbab hati”. Bisa jadi ini adalah perkara baru yang diada-adakan.

Dan Allah SWT berfirman di dalam surat Al-A’raf ayat 26 yang artinya :

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”.

Allah Juga berfirman di dalam surat al-Ahzab ayat 36 yang artinya :

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”

Dan Allah juga berfirman di dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 103 – 107 yang artinya :

“Katakanlah: Apakah (mau) Kami beritahu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang sia-sia saja perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat usaha yang sebaik-baiknya. Mereka itulah orang-orang yang mengingkari (kufur) terhadap ayat-ayat Allah dan menemui-Nya, maka hapuslah amal pekerjaan mereka, dan Kami mengadakan suatu pertimbangan terhadap (amalan) mereka di hari kiamat.Demikianlah, balasan mereka ialah jahanam, disebabkan mereka kufur/ingkar dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan Rasul-rasul- Ku sebagai olok-olok. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal.”

BOLEHKAH AKU MEMAKAI JILBAB DAN MELEPASNYA SEKALI-KALI?

Terkadang ada saja pertanyaan terlontar dari para Jilbabers, para wanita yang masih belajar memakai jilbab, atau yang berencana memakai jilbab:

“Bolehkah aku memakai jilbab dan melepasnya sekali-kali?”

Jawaban: BOLEH

Hal ini disebabkan tidak mungkinnya para wanita Muslimah memakai jilbab terus menerus. Ada saat dimana ia melepas jilbabnya. Yaitu di saat mandi, tidur di dalam kamarnya, di saat berdua dengan suami, atau saat berkumpul hanya dengan keluarganya di dalam rumah selama ia yakin tak ada orang non-mahrom yang melihatnya tanpa jilbab. Sebab Allah Azza wa Jalla berfirman:

“…dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” [QS. An-Nuur 24:31]
Maksud dari ayat ini ialah seorang wanita boleh saja membuka jilbabnya di hadapan suami, ayah, mertua, anak, saudara, keponakan, teman-temannya sesama Muslimah, pembantu / budak yang tidak punya syahwat karena lanjut usia atau karena dikebiri, atau bocah di bawah umur yang belum mengerti apapun tentang aurat (untuk bocah di zaman sekarang dan akibat dari negeri berpaham sekuler kira-kira di bawah tujuh tahun).
SIAPAKAH YANG PERTAMA KALI TERBUKA AURATNYA?
Nenek moyang kita, Adam ‘alayhis salam dan isterinya adalah manusia pertama yang terbuka auratnya setelah keduanya diperdaya oleh syaitan:

“Hai anak cucu Adam! Jangan sampai kamu dapat diperdayakan oleh syaitan, sebagaimana mereka telah dapat mengeluarkan kedua orang tuamu (Adam dan Hawa) dari syorga, mereka dapat menanggalkan pakaian kedua orang tuamu itu supaya kelihatan kedua auratnya.” (Q. S. Al-A’raf: 27)

Allah memperingatkan kita agar jangan melakukan kesalahan yang sama, salah satunya yaitu memamerkan aurat di depan orang-orang yang seharusnya tidak pantas melihat aurat kita. Sebab yang demikian merupakan salah satu tipu daya setan.

Setan telah berhasil membujuk kaum hawa untuk tidak menutup auratnya sesuai syari’at dengan membisikkan kata-kata yang manis: “Jangan berjilbab, karena engkau belum siap. Kamu masih suka bermaksiat, janganlah berjilbab. Pengetahuan Islammu masih awam, tak perlu berjilbab. Berjilbabnya nanti saja ketika sudah menikah, kalau sekarang kamu berjilbab tak ada laki-laki yang mau dekat sama kamu. Yang penting jilbab hati dulu.” Begitulah pekerjaan setan, sama seperti ketika mereka membujuk nenek moyang kita untuk memakan buah terlarang.

Siksa Azab Buat Perempuan Yang Tidak Mau Berhijab/berjilbab
1. Azab buat perempuan yang membuka rambut kepalanya selain suaminya adalah : Rambutnya akan digantung dengan api neraka sehingga mendidih otaknya dan ini terjadi sampai berapa lama ia di dunia semasa hidupnya belum menutup rambut kepalanya.

2. Perempuan yang suka berpakaian seksi dan menonjolkan dadanya adalah : "Digantung dengan rantai api neraka di mana dada dan pusatnya diikat dengan api neraka serta betis dan pahanya diberikan panggangan seperti manusia memanggang kambing di dunia dan api neraka ini sangat memedihkan perempuan ini."

3. Azab buat perempuan yang suka menjadi penggoda dan berusaha menggairahkan pria lain dengan tubuhnya yang aduhai adalah "PEREMPUAN INI MUKANYA AKAN MENGHITAM DAN 
MEMAKAN ISI PERUTNYA SENDIRI." (Hadits diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim)

{ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻗُﻮﺍ ﺃَﻧﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ
ﻧَﺎﺭًﺍ }

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahriim: 8) 

Kaum wanita yang tak mau memakai jilbab,adalah mendustakan ayat Allah surat An Nur ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59 dan menyombongkan diri terhadap perintah Allah tersebut, maka sesuai dengan bunyi ayat tersebut diatas mereka kekal didalam neraka.

Ummat Islam selama ini menyangka tidak kekal didalam neraka, karena ada syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW yang memohon kepada Allah agar ummat yang berdosa dikeluarkan dari neraka.
Mereka yang dikeluarkan Allah dari neraka, mereka yang dalam hidupnya ada perasaan takut kepada Allah. Tetapi kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, tidak ada perasaan takutnya akan siksa Allah,sebab itulah mereka kekal didalam neraka. Sekarang kaum wanita yang tak mau berjilbab, dapat menanyakan kepada hati nurani mereka masing-masing.

Apakah terasa berdosa bagaikan gunung yang sewaktu-waktu jatuhmenghimpitnya atau bagaikan lalat yang hinggap dihidung mereka?. Kalau kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, menganggap enteng dosa mereka bagaikan lalat yang hinggap dihidungnya, maka tak akann bertobat didalam hidupnya. Atau dalam perkataan lain tidak ada Perasaan takutnya kepada Allah, sebab itu mereka kekal didalam neraka sebagaimana bunyi surat Al-A’raaf ayat 36 di atas.Jadi mereka tak mendapat syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW nanti di akhirat.

“Semoga menjadi renungan kita bersama bahwa yang wajib itu tetap wajib hukumnya,,” kalau tidak mulai dari sekarang apakah kita akan menunggu hari lusa atau disaat kita sudah tua,,,?” Ingat satu hal Malaikat maut itu tidak menunggumu hari lusa besok atau taun depan mungkin satu menit,jam atau hari esok kita telah dicabut nyawanya oleh malaikat maut,,”dan kita benar-benar menjadi orang yang merugi setelah hari itu datang kepada kita,,. 

UNTUK KAUM WANITA SEGERALAH BERJILBAB SEBELUM AJAL MENJEMPUTMU DAN MEMBAWAMU KE NERAKA JAHANNAM.

Demikianlah artikel tentang jilbab ini dibuat. Adapun jika kurang jelas, kurang lengkap, atau terdapat kesalahan padanya semata-mata karena keterbatasan ilmu dan kelupaan penulis. Namun, semoga artikel ini dapat membantu memberikan pencerahan dan motivasi kepada saudari-saudari saya.

Yang belum berjilbab, hendaklah berjilbab. Yang sudah berjilbab, hendaklah memperbaiki jilbabnya. Yang telah berjilbab dengan baik, bantulah yang belum berjilbab.

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Dalam riwayat lain:

“Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik jika manusia telah rusak.” (HR. Ahmad 13/400 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’ no. 7368)

Teruslah berbuat baik, walau orang-orang di sekelilingmu berbuat maksiat. Jadilah dirimu sendiri. Sebab orang jahat menilaimu dari pikiran jahatnya dan mereka pasti suka engkau berbuat jahat, sedangkan orang baik menilaimu dari pikiran baiknya dan mereka pasti suka engkau berbuat baik.

Semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayah kepada kita, dan memudahkan kita untuk selalu berbuat baik kapanpun dan dimanapun kita berada.

“Dialah (Allah) yang telah menamakan kamu sekalian Muslimin dari dulu dan didalam (Al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas diri kalian dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dialah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (Q. S. Al Hajj:78)

Wassalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh…

Valentine Day Menurut Islam

owner 10:29 AM 0
Valentine Day Menurut Islam


Boleh jadi tanggal 14 Februari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi lainnya. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Itulah hari Valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa ‘kasih sayang’, walau pun pada hakikatnya bukan kasih sayang melainkan hari ‘making love’.
Dan seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresinya, menyemarakkan suasana Valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun.
Sejarah Valentine
Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah dan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.
The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998).
Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno.
Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi kuno.
Katakanlah, “Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 1-6)
Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama.
Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam.
Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.
Valentine Berasal dari Budaya Syirik.
Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi”.
Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si “Cupid (bayi bersayap dengan panah)” itu adalah putra Nimrod “the hunter” dewa matahari.
Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini.
Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka, naudzu billahi min zalik.
Semangat valentine adalah Semangat Berzina
Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.
Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa.
Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.
Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat memang tidak bisa membedakan antara cinta dan zina. Ungkapan make love yang artinya bercinta, seharusnya sedekar cinta yang terkait dengan perasan dan hati, tetapi setiap kita tahu bahwa makna make love atau bercinta adalah melakukan hubungan kelamin alias zina. Istilah dalam bahasa Indonesia pun mengalami distorsi parah.
Misalnya, istilah penjaja cinta. Bukankah penjaja cinta tidak lain adalah kata lain dari pelacur atau menjaja kenikmatan seks?
Di dalam syair lagu romantis barat yang juga melanda begitu banyak lagu pop di negeri ini, ungkapan make love ini bertaburan di sana sini. Buat orang barat, berzina memang salah satu bentuk pengungkapan rasa kasih sayang. Bahkan berzina di sana merupakan hak asasi yang dilindungi undang-undang.
Bahkan para orang tua pun tidak punya hak untuk menghalangi anak-anak mereka dari berzina dengan teman-temannya. Di barat, zina dilakukan oleh siapa saja, tidak selalu Allah sybhanahu wa ta’ala berfirman tentang zina, bahwa perbuatan itu bukan hanya dilarang, bahkan sekedar mendekatinya pun diharamkan.
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al Isra’: 32)
Kasih Sayang Menurut Islam
Di dalam Islam tidak ada Valentine, sebab kata Valentine itu merupakan istilah impor dari agama di luar Islam. Bahkan latar belakang sejarah dan esensinya pun tidak sejalan dengan Islam.
Namun kalau yang anda inginkan adalah perwujudan rasa kasih sayang menurut syariah Islam, tentu saja Islam merupakan ‘gudang’ nya kasih sayang. Tidak sebatas pada orang-orang terkasih saja, bahkan kasih sayang kepada semua orang. Bahkan hewan pun termasuk yang mendapatkan kasih sayang.
Cinta kepada Kekasih
Kasih sayang kepada orang terkasih pun ada di dalam Islam, bahkan menyayangi pasangan kita dinilai sebagai ibadah. Ketika seorang wanita memberikan seluruh cintanya kepada laki-laki yang dicintainya, maka Allah pun mencurahkan kasih sayang-Nya kepada wanita itu. Hal yang sama berlaku sebaliknya.
Namun kasih sayang antara dua insan di dalam Islam hanya terjadi dan dibenarkan dalam ikatan yang kuat. Di mana laki-laki telah berjanji di depan 2 orang saksi. Janji itu bukan diucapkan kepada si wanita semata, melainkan juga kepada orang yang palingbertanggung-jawab atas diri wanita itu, yaitu sang ayah. Ikatan ini telah menjadikan pasangan laki dan wanita ini sebagai sebuah keluarga. Sebuah ikatan suami istri.
Adapun bila belum ada ikatan, maka akan sia-sia sajalah curahan rasa kasih sayang itu. Sebab salah satu pihak atau malah dua-duanya sangat punya kemungkinan besar untuk mengkhianati cinta mereka. Pasangan mesra di luar nikah tidak lain hanyalah cinta sesaat, bahkan bukan cinta melainkan birahi dan libido semata, namun berkedok kata cinta.
Dan Islam tidak kenal cinta di luar nikah, karena esensinya hanya cinta palsu, cinta yang tidak terkait dengan konsekuensi dan tanggung-jawab, cinta murahan dan -sejujurnya- tidak berhak menyandang kata cinta.
Cinta kepada Sesama
Di luar cinta kepada pasangan hidup, sesungguhnya masih banyak bentuk kasih sayang Islam kepada sesama manusia. Antara lain bahwa Islam melarang manusia saling berbunuhan, menyakiti orang lain, bergunjing, mengadu domba atau pun sekedar mengambil harta orang lain dengan cara yang batil.
Bandingkan dengan peradaban barat yang sampai hari duduk di kursi terdepat sebagai jagal yang telah membunuh berjuta nyawa manusia. Bukankah suku Indian di benua Amerika nyaris punah ditembaki hidup-hidup? Bukankah suku Aborigin di benua Australia pun sama nasibnya?
Membunuh satu nyawa di dalam Islam sama saja membunuh semua manusia. Bandingkan dengan jutaan nyawa melayang akibat perang dunia I dan II. Silahkan hitung sendiri berapa nyawa manusia melayang begitu saja akibat ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki?
Silahkan buka lembaran sejarah, siapakah yang dengan bangga bercerita kepada anak cucunya bahwa nenek moyang mereka berhasil membanjiri masjid Al Aqsha dengan genangan darah muslimin, sehingga banjir darah di masjid itu sebatas lutut kuda?
Di awal tahun 90-an, kita masih ingat bagaimana Serbia telah menyembelih umat Islam di Bosnia, anak-anak mati ditembaki. Bahkan janin bayi di dalam perut ibunya dikeluarkan dengan paksa dan dijadikan bola tendang. Bayangkan, kebiadaban apa lagi yang bisa menandinginya?
Sesungguhnya peradaban barat itu bertqanggung jawab atas semua ini. Tangan mereka kotor dengan darah manusia, korban nafsu angkara murka.
Kasih sayang yang sesungguhnya hanya ada di dalam Islam. Sebuah agama yang terbukti secara pasti telah berhasil menjamin keamanan Palestina selama 14 abad lamanya. Di mana tiga agama besar dunia bisa hidup akur, rukun dan damai. Palestina baru kembali ke pergolakannya justru setelah kaum yahudi menjajahnya di tahun 1948.
Bahkan gereja Eropa di masa kegelapan (Dark Ages) pun tidak bisa melepaskan diri dari cipratan darah manusia, ketika mereka mengeksekusi para ilmuwan yang dianggap menentang doktrin gereja. Tanyakan kepadaGalileo Galilei, juga kepada Copernicus, apa yang dilakukan geraja kepada mereka? Apa yang menyebabkan kematian mereka? Atas dosa apa keduanya harus dieksekusi? Keduanya mati lantaran mengungkapkan kebenaran ilmu pengetahuan, sedangkan ilmu pengetahuandianggap tidak sesuai dengan kebohongan gereja.
Kalau kepada ilmuwan gereja merasa berhak untuk membunuhnya, apatah lagi dengan orang kebanyakan. Lihatlah bagaimana pemuda Eropa dikerahkan untuk sebuah perang sia-sia ke negeri Islam, perang salib. Lihatlah bagaimana nyawa para pemuda itu mati konyol, karena dibohongi untuk mendapatkan surat pengampunan dosa, bila mau merebut Al Aqsha.
Sejarah kedua agama itu, berikut sejarah Eropa di masa lalu kelam dan bau anyir darah. Sejarah hitam nan legam…
Bandingkan dengan sejarah Islam, di mana anak-anak bermain dengan bebas di taman-taman kota, meski orang tua mereka lain agama. Bandingkan dengan sejarah perluasan masjid di Mesir yang tidak berdaya lantaran tetangga masjid yang bukan muslim keberatan tanahnya digusur. Bandingkan dengan pengembalian uang jizyah kepada pemeluk agama Nasrani oleh panglima Abu Ubaidah Ibnul Jarah, lantaran merasa tidak sanggup menjamin keamanan negeri.
Siapakah yang menampung pengungsi Yahudi ketika diusir dari Spanyol oleh rejim Kristen? Tidak ada satu pun negara yang mau menampung pelarian Yahudi saat itu, kecuali khilafah Turki Utsmani. Sebab meski tidak seagama, Islam selalu memandang pemeluk agama lain sebagai manusia juga. Mereka harus dilindungi, diberi hak-haknya, diberi makan, pakaian dan tempat tinggal layak. Syaratnya hanya satu, jangan perangi umat Islam. Dan itu adalah syarat yang teramat mudah.
Maka kalau kita bicara cinta dan kasih sayang, Islam lah bukti nyatanya.
Sumber : www.fimadani.com
Valentine Day Menurut Islam

Asal Mula Perseteruan The Jakmania dan Viking

owner 1:53 PM 0
Asal Mula Perseteruan The Jakmania dan Viking

Perseteruan antar suporter Persija dan Persib sudah berlangsung lama, tepatnya sejak tahun 2000 yaitu bertepatan dengan Liga Indonesia 6 berlangsung. Di putaran 1 sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus dan masuk ke Tribun Timur. Dan terdiri dari banyak unit suporter seperti Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking dll. Saat itu yang terbesar masih Balad Persib. Meski sempat nyaris terjadi gesekan dengan the Jakmania, tapi alhamdulilah tidak terjadi bentrokan yang lebih luas. Justru kita suporter Persib bergerak ke arah the Jakmania tuk berjabat tangan. Gw inget banget yel-yel kita waktu itu : “ABCD … Anak Bandung Cinta Damai”. Selesai pertandingan suporter Persib juga didampingi the Jakmania menuju bus. Dan The Jakmania mengikuti dengan menyanyikan lagu Halo Halo Bandung.
Penerimaan the Jakmania membuat kita (Viking) berniat tuk mengundang datang ke Bandung saat putaran 2. Dialog berlangsung lancar karena seorang Pengurus the Jakmania yang bernama Erwan rajin ke Bandung tuk bikin kaos. Hubungan Erwan dengan Ayi Beutik juga konon akrab banget sampe2 Erwan pernah cerita kalo dia suka sama adiknya Ayi Beutik. Melalui Erwan jugalah Viking menyatakan keinginannya tuk mengundang dan menyambut the Jakmania di Bandung meski kita sendiri masih khawatir dengan sikap bobotoh yang lain.
The Jakmania saat itu belum sebesar sekarang. Yang nonton di Lebak Bulus aja cuma di sisi Selatan tribun Timur. Jadi bersebelahan dengan Viking. Nah ajakan Viking itu langsung ditanggapi oleh the Jakmania yg memang sudah punya niat jg tuk melakoni partai tandang. Dibentuklah kemudian perencanaan, salah satunya dengan mengutus Sekum dan Bendahara Umum the Jakmania saat itu yaitu Sdr Faisal dan Sdr Danang. Mereka ditugaskan tuk melobi Panpel Persib dari mulai masalah tiket hingga tribun the Jakmania. Kebetulan Danang lagi kuliah di Bandung sehingga tempat kosnya jadi tempat kumpulnya the Jakers disana.
Karena The Jakmania belum berpengalaman mengkoordinasikan anggota tuk nonton tandang. Justru yang menjadi masalah justru bukan di koordinator kepada Panpel Persib tapi di anggota The Jakmania itu sendiri. Banyak anggota yang bandel daftar pada hari H nya. Jumlah yang tadinya cuma 400 orang berkembang menjadi 1000 orang lebih! Bayangin gimana repotnya Pengurus The Jakmania nyari bis tuk ngangkut segitu banyak orang. Akibatnya The Jakmania berangkat baru jam 12 siang! Itu juga terpecah menjadi 3 rombongan. Satu bis berangkat lebih dulu karena akan ganti ban. Disusul 4 bus kemudian. Dan terakhir berangkat dengan 4 bus tambahan.
Keberangkatan The Jakmania sendiri juga masih diliputi keraguan apakah dapat tiket atau tidak. Tim Advance yang diutus mendapatkan kesulitan mencari tiket. 4 hari sebelum pertandingan terjadi kerusuhan di stadion Siliwangi akibat distribusi tiket yang kurang lancar. Ada seorang Vikers yang menganjurkan the Jak tuk hadir di acara khusus pertemuan tim dengan suporternya. Faisal, Danang dan Budi ambil keputusan tuk hadir di acara itu. Disana mereka sempat bertemu Walikota Bandung, Kapolres, Ketua Panpel dan Ketua Keamanan. Mereka semua menjamin bahwa the Jakmania akan bisa masuk dan tiket akan disiapkan khusus. Paling tidak itulah info yang gw dapet dari tim Advance The Jakmania.
1 bis pertama tiba di Stadion Siliwangi. Viking siap menyambut dan mempersilahkan masuk ke stadion, padahal tiket belum di tangan. Sayang hal yang dikhawatirkan Viking terbukti. Perlahan tapi makin lama makin banyak datanglah bobotoh nyamperin the Jak dengan sikap yang tidak simpatik. Melihat gelagat buruk ini Viking minta the Jak tuk keluar dulu ke stadion sambil menunggu rombongan berikut. Sembari menunggu, gw dan beberapa rekan dari The Jakmania ada yang melaksanakan sholat ashar dulu. Ketika selesai sholat, mulailah terjadi hal2 yang tidak diinginkan. Rekan2 kita dari the Jakmania mendapatkan pukulan disana sini dengan menggunakan kayu. Salah satunya tersungkur berlumuran darah yang keluar dari kepalanya. Melihat situasi ini the Jakmania kembali diungsikan menjauh dari stadion.
Rombongan besar 8 buah bis akhirnya tiba juga. Tapi karena terlambat, stadion Siliwangi sudah penuh sesak. Lagipula kita tetap tidak berhasil mendapatkan tiket. Panpel memang kelihatan salah tingkah dan berusaha mengumpulkan dari calo2 yang masih beredar di sekitar stadion, namun jumlahnya juga tidak memadai hanya 300 lembar. Sementara bobotoh yang masih berada di luar juga mulai melakukan serangan terhadap the Jakmania. Gw sempet coba menenangkan dan cekcok dengan seorang rekan bobotoh yang ngambil dengan paksa kacamata anggota The Jakmania. Bobotoh itu bilang kalo dia kesal sama anak Jakarta karena mereka juga diperlakukan dengan tidak simpatik di Jakarta ketika menyaksikan pertandingan Persijatim vs Persib di Lebak Bulus. Bobotoh tidak mau tau kalo Persijatim tu beda dengan Persija. Seingat gw kejadian ini sempat direkam foto oleh wartawan dari Tabloid GO dan terpampang jelas esoknya di media tersebut.
Gw lalu ngambil inisiatif tuk nyari rombongan pertama the jakmania yang dateng duluan dan mengajak mereka tuk gabung ke rombongan besar. Disana gw minta maaf ke semua anggota The Jakmania karena gagal membawa rombongan sampai masuk ke stadion dan pulang dengan aman. Di situ dari Panpel juga sempat minta maaf. Namun kondisi ini tidak bisa diterima oleh seluruh rombongan The Jakmania, bahkan mereka juga tidak mau berjabat tangan dengan gw dan 2 orang Viking lainnya yang masih setia mengawal meski pertandingan sudah berlangsung.
Ketika rombongan hendak pulang, tiba2 The Jakmania diserang lagi oleh bobotoh yang masih nunggu di luar stadion. Kondisi ini jelas tidak bisa diterima oleh The Jakmania. Sudah ga bisa masuk masih juga diserang. Akhirnya The Jakmania balas perlakuan mereka (Oknum Bobotoh). Jumlah bobotoh di luar stadion masih ratusan sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan pecahnya kaca2 mobil akibat terkena lemparan dari kedua kubu. Ketika polisi datang, keributan mereda dan the Jakmania mulai beranjak pulang. Sempat pula terjadi bentrok beberapa kali ketika rombongan berpapasan dengan bobotoh yang pulang karena tidak kebagian tiket.
Sejak saat itulah api dendam dan permusuhan terus berkobar di kedua belah pihak. Puncaknya di acara Kuis Siapa Berani di Indosiar. Acara ini diprakarsai oleh Sigit Nugroho wartawan Bola yang terpilih menjadi Ketua Asosiasi Suporter Seluruh Indonesia.Sayang bentrokan ternyata ga bisa dihindari. Bukan gw memihak tapi faktanya memang Viking yang mulai. Mereka neriakin yel2 “Jakarta Banjir” yang dibales juga oleh the Jak. Suasana memanas hingga akhirnya terjadi benturan fisik.
Letak Indosiar di Jakarta, jadi ga heran pelan2 berdatanganlah para suporter Persija kesana. Suasana sudah tidak terkendali dan atas inisiatif Polisi dan Indosiar, Viking langsung diungsikan dengan menggunakan truk Polisi. Namun kejadian ini ternyata dah menyebar luas kemana-mana hingga akhirnya terjadilah penyerangan terhadap rombongan Viking di tol Kebon Jeruk.
Gue juga heran gimana Viking menyatakan kalo hadiah menang kuis dirampok the Jak padahal hadiah itu kan belum diserahkan pihak Indosiar. Hadiah itu pun sampe sekarang ga kita terima. Saat itulah nama the Jakmania menjadi buruk. Di mata media the Jakmania tidak menerima kalah sehingga menyerang. Opini sudah terbentuk dan masyarakat di Bandung juga ikutan menghujat, sementara di Jakarta menyayangkan.
Semenjak terjadi permusuhan dengan the Jakmania, apalagi setelah kejadian Indosiar, Viking berkembang pesat menjadi suporter yang dominan di Bandung. Mereka terus menebarkan kebencian ke the Jak dengan mengeluarkan kaos2 dan lagu2 yang bersifat menghujat the Jak. Reaksi anggota the Jakmania juga heboh. Mereka rame2 bikin kaos yang balas menghujat Viking.
Sikap ini justru malah mengobarkan api kebencian suporter Persija terhadap Viking. Sehingga the Jakers banyak yang benci mereka bukan karena tau kejadian awalnya, tapi karena mereka ga suka dikata-katain terus. Belakangan Komisi Disiplin mengeluarkan larangan akan hal-hal seperti ini. Terlambat! Dan penerapannya juga ga konsisten, masih banyak yang tetap melakukannya, bukan hanya Viking atau the Jakmania tapi hampir di semua stadion di Indonesia.
Sebetulnya ada juga pihak2 yang mengusahakan perdamaian. Panpel Persib pernah berinisiatif mempertemukan the Jakmania dan Viking di Bandung. Tapi pertemuan tersebut buntu karena tidak ada niat dari Heru Joko tuk berdamai.
Perseteruan makin melebar. Semakin banyak Viking yang masuk ke website the Jakmania dan menebarkan virus kebencian … semakin banyak dan besarlah kebencian the Jakers ke mereka. Bahkan Panglima Viking Ayi Beutik sempat mengeluarkan pernyataan tuk menjaga kelestarian permusuhan ini seperti Barcelona dan Real Madrid.
Sekarang permusuhan the Jakmania kontra Viking menjadi warna tersendiri bagi sepakbola Indonesia. Seorang sutradara tertarik menjadikan perseteruan ini sebagai inspirasi dalam filmnya yang berjudul ROMEO & JULIET. Di tengah perseteruan, Viking justru kompak untuk menolak film ini dengan alasannya masing2. Ketua Viking dengan didukung anggotanya membuktikan ucapannya dengan menggagalkan pemutaran film ini. Sementara di Jakarta justru sebaliknya, meski pimpinan menyatakan akan menuntut tapi toh hampir semua bioskop2 di jabodetabek dipenuhi oleh The Jakmania yang memang sudah ga sabar menanti film ini diputar.
Nah, itulah kisah panjang tentang permusuhan 2 kelompok suporter besar di Indonesia, paling engga dari kacamata gw. Tulisan ini dibuat atas permintaan seorang bobotoh yang penasaran dengan sebab musabab permusuhan tersebut. Gw juga ga suka dengan orang yang berkomentar sinis baik terhadap the Jakmania maupun Viking. Mereka itu tidak tau apa2, bisanya cuma menghakimi aja. Ada hak apa mereka menghujat? Liat dulu kisahnya baru mereka akan berpikir dan bantu mencarikan solusi.
Klo lu tanya ke gw, masih ada ga kemungkinan damai? Jawabanya ‘bomat” alias bodo amat. Ngapain mikirin? Bagi gw damai tu bukan kata benda, tapi kata kerja. Jadi ga usah banyak ngomong, yang penting buktiin. Lebih baik mikirin KOMITMEN masing2 aja, lebih cinta mana kita sama PERSIB atau sama PERMUSUHAN DENGAN THE JAKMANIA?

THE JAK MANIA - VIKING - BERSATULAH!